Timur Raya Anugrah Edukasi Suku Cadang Asli dan Palsu Agar Masyarakat Tidak Dirugikan

Minggu, 27/09/2026 17:15 WIB
Wilfrid Kolo


Deretan produk komponen 555 yang dijejerkan dengan produk palsu untuk edukasi masyarakat
Deretan produk komponen 555 yang dijejerkan dengan produk palsu untuk edukasi masyarakat

mobilinanews (Tangerang) – Pemalsuan komponen otomotif di Indonesia kerap terjadi. Hal ini mendorong para pelaku industri otomotif dan distributor untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak tertipu dan dirugikan terus-menerus.

Terkait pemalsuan komponen, PT Timur Raya Anugerah Damai (TRAD) sebagai official distributor resmi komponen otomotif untuk steering dan suspension merek 555 (Three Five) turut mengalaminya.

Untuk itu, mereka terus menggencarkan edukasi produk agar masyarakat dapat membedakan mana yang merupakan produk asli dari 555 dan mana yang merupakan barang palsu.

Tingginya tingkat pemalsuan komponen 555, karena komponen otomotif asal Jepang itu punya kualitas terbaik dan karap menjadi pilihan pengguna mobil di Tanah Air, sehingga pemalsu menhgambil untung dengan merekayasa produk palsu dan menjualnya dengan nama 555.

Dalam kesempatan helatan Automechanika Jakarta 2026, TRAD langsung memperlihatkan contoh produk asli dan palsu, sehingga pengunjung dapat melihat perbedaannya secara langsung.

Sales and Marketing Manager PT Timur Raya Anugerah Damai, Jessica Kwan, mengatakan edukasi tersebut dilakukan karena produk palsu masih ditemukan di pasar. Menurutnya, konsumen tidak cukup hanya melihat harga atau kemasan ketika memilih suku cadang.

“Kalau yang asli pasti lebih presisi dan lebih bagus. Yang palsu biasanya lebih kasar,” ujar Jessica di sela Automechanika Jakarta 2026 di NICE, Tangerang, Minggu (27/9).

Posisi tersebut membuat TRAD tidak hanya memiliki peran dalam mendistribusikan produk 555 di pasar Indonesia, tetapi juga memastikan produk yang masuk melalui jalur resmi. Hal ini menjadi salah satu bagian yang ditekankan perusahaan dalam edukasi mengenai cara membedakan produk asli dan palsu.

Perbedaan sebuah komponen 555 ikut dipalsukan dan beredar di pasar. Produk asli 555 (kanan) dan produk palsu (kiri)

Mengenal Produk Asli 555

Dalam display di booth TRAD, pengunjung dapat melihat produk 555 asli dan produk palsu secara berdampingan. Perbedaan pertama dapat dilihat dari bagian lubang pada komponen, di mana produk asli memiliki posisi yang lebih presisi dan simetris.

Perbedaan berikutnya terlihat dari kualitas casting. Produk palsu yang diperlihatkan memiliki permukaan lebih kasar, sementara produk asli terlihat lebih rata dan halus.

Selain kondisi fisik komponen, kemasan juga menjadi salah satu bagian yang dapat diperhatikan. Jessica menjelaskan produk palsu dapat memiliki tampilan kemasan yang berbeda dari produk asli, termasuk tingkat kilap pada material kemasan.

“Kalau soal kemasan itu bisa saja tinggal diganti. Karena itu, kalau membeli yang asli, harus dilihat dari ciri-cirinya dan tempat membelinya,” terangnya.

TRAD juga mengingatkan konsumen agar tidak menjadikan harga sebagai satu-satunya patokan. Perbedaan harga yang terlalu jauh dapat menjadi salah satu indikasi yang perlu diperhatikan, tetapi konsumen tetap perlu memeriksa fisik, kemasan, identitas produk, serta tempat pembelian.

Menurut Jessica, tantangan dalam memerangi peredaran produk palsu adalah kemunculannya yang terus berubah. Ketika satu produk palsu berhasil dikenali, produk dengan tampilan atau kemasan berbeda dapat kembali muncul di pasar.

“Karena saking banyaknya, misalnya hari ini kita edukasi, besok mungkin banyak lagi yang muncul baru. Jadi agak susah dilacak,” ujarnya.

Karena itu, TRAD tidak hanya melakukan pemantauan terhadap produk yang beredar, tetapi juga memperkuat edukasi kepada konsumen, end user, dan bengkel. Konsumen diarahkan untuk mendapatkan produk melalui jaringan penjualan yang menjadi bagian dari jalur distribusi resmi.

Asal tahu saja, saat ini, TRAD memiliki 19 brand utama dan tiga brand supporting dalam portofolionya. Mayoritas merek tersebut berasal dari Jepang, sementara sebagian lainnya berasal dari negara seperti Thailand.

TRAD juga menekankan pentingnya pemasangan komponen oleh bengkel yang kompeten. Menurut Jessica, kualitas komponen tidak menjadi satu-satunya faktor yang menentukan, karena proses pemasangan dan cara penggunaan kendaraan turut berpengaruh.

“Yang pertama, beli barang asli. Yang kedua, cari rekan-rekan bengkel yang memang kompeten untuk memasang. Karena cara pemasangan itu berpengaruh juga,” tukas Jessica.

Dengan membawa edukasi mengenai perbedaan produk asli dan palsu, kehadiran TRAD di Automechanika Jakarta 2026 tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan portofolio merek, tetapi juga menjadi tempat untuk memperluas jaringan pemasarannya di Indonesia dan luar negeri.

Tag

Terpopuler

Terkini