Dari Bengkel Sekolah ke Dapur Pacu MotoGP, Kisah Ajaib Muhammad Rochmani Guncang Dunia Otomotif!

Rabu, 30/09/2026 22:07 WIB
bagas


Muhammad Rochmani (Foto: PTPL)
Muhammad Rochmani (Foto: PTPL)

Mobilinanews (Jakarta) - Dunia otomotif tanah air kembali menyaksikan lahirnya talenta muda berbakat melalui pembinaan yang terarah. Kini, mimpi besar para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) tidak lagi sekadar menjadi angan-angan kosong belaka.

Sosok Muhammad Rochmani menjadi bukti nyata bagaimana gairah pada dunia mekanik dapat terwujud secara profesional. Pemuda berusia 18 tahun tersebut berhasil memangkas jarak menuju impiannya mendirikan bengkel mandiri.

Ketertarikannya pada mesin roda dua yang tumbuh sejak kecil membawanya menimba ilmu di SMK Harapan Mulya Kendal. Di sanalah ia mengasah keahlian teknis melalui program Enduro Home Service garapan PT Pertamina Lubricants.

Pengalaman servis langsung kepada masyarakat melatih keterampilan teknis sekaligus jiwa wirausahanya. Kerja keras tersebut berbuah manis saat dirinya berhasil meraih juara satu kategori kewirausahaan Enduro Skill Contest.

Kemenangan tersebut membukakan pintu emas baginya untuk mengintip langsung kesibukan paddock tim balap MotoGP, Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Kesempatan langka ini memberi perspektif baru level internasional.

Pihak produsen pelumas nasional menegaskan komitmennya dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri otomotif. Ruang ekspresi ini dirancang khusus demi membakar semangat percaya diri para generasi muda berbakat Indonesia.

Mendorong Kemandirian Ekonomi Lewat Ekosistem Otomotif

"Kami ingin memberikan ruang bagi siswa SMK untuk menunjukkan kemampuan mereka dan melihat sejauh mana ilmu yang dipelajari dapat diterapkan dalam situasi nyata," terang Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary PTPL, Rabu (30/9/2026).

Langkah nyata ini dibingkai dalam Enduro Entrepreneurship Program yang berjalan konsisten sejak tahun 2023. Inisiatif tersebut terbukti sangat efektif melahirkan ratusan bengkel binaan baru dengan nilai omset luar biasa.

Tercatat sebanyak 169 bengkel binaan tercipta dengan akumulasi pendapatan bisnis menembus lebih dari Rp 11 miliar. Keberhasilan finansial ini diperoleh dari penjualan produk pelumas berkualitas serta jasa servis kendaraan.

Tidak hanya menyasar pelajar sekolah vokasi, jangkauan program sosial ini meluas hingga ke berbagai elemen masyarakat. Kaum disabilitas, warga binaan pemasyarakatan, hingga para santri turut mendapat pelatihan perbengkelan.

"Program ini bukan sekedar meningkatkan kemampuan teknis. Kami ingin keterampilan yang sudah dimiliki masyarakat bisa benar-benar digunakan untuk menjalankan usaha secara mandiri," ungkap Rika memaparkan tujuan utama.

Pendampingan komprehensif terus diberikan, mencakup tata kelola manajemen bengkel, strategi pemasaran terpadu, hingga pelayanan pelanggan profesional. Model menciptakan nilai bersama menjadi fondasi keberlanjutan bisnis.

Panggung Arena Kompetisi dan Ekspansi Berkelanjutan

Gelora semangat persaingan antar siswa vokasi kembali memuncak pada ajang Enduro Skill Contest tahun ini. Sebanyak 13 sekolah binaan bertarung secara sengit di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas kota Bandung.

Tiga kategori utama diuji secara ketat, mencakup keahlian teknis perbengkelan roda dua, strategi bisnis wirausaha, hingga konten media sosial. Para pemenang dijanjikan tiket emas mengintip dapur pacu MotoGP di GP Mandalika, Indonesia.

Dukungan masif pada pendidikan vokasi ini disokong oleh kapasitas produksi pelumas nasional berstandar global. Empat fasilitas produksi di Indonesia dan Thailand mampu menghasilkan ratusan juta liter setiap tahunnya.

Melalui penetrasi pasar di belasan negara, upaya pembinaan generasi muda ini mempertegas langkah menuju pemain global. Otomotif Indonesia kini tak hanya mencetak mekanik andal, tetapi juga wirausahawan masa depan tangguh.

Tag

Terpopuler

Terkini