F1 2026: Kimi Antonelli di Ambang Rekor Juara Dunia Termuda, George Russell Pasrah Akui Kalah Kelas!

Jum'at, 30/10/2026 12:03 WIB
bagas


George Russell (kiri) dan Kimi Antonelli (kanan) - Mercedes-AMG F1 Team (Foto: F1)
George Russell (kiri) dan Kimi Antonelli (kanan) - Mercedes-AMG F1 Team (Foto: F1)

Mobilinanews (Meksiko) - Menjelang gelaran seri ke-19 Formula 1 2026 di Meksiko, atmosfer hangat penuh tensi terasa di tim Mercedes. George Russell memberikan pandangan jujur mengenai raihan impresif rekan setimnya, Kimi Antonelli.

Pembalap muda asal Italia tersebut kini berada di ambang sejarah besar. Antonelli selangkah lagi diprediksi mengunci gelar juara dunia F1 2026, sekaligus memecahkan rekor sebagai peraih juara dunia F1 paling muda.

Dominasi Antonelli tak merusak hubungan internal tim. Russell mengakui keunggulan rekannya. "Secara pribadi, Kimi adalah pria hebat dengan banyak energi. Kami tak punya alasan tak menjaga hubungan baik," ungkapnya dikutip Jumat (30/10/2026).

Ia menyebut rivalitas tajam biasanya lahir dari insiden di trek, hal yang jarang terjadi di antara mereka. "Faktanya, dia berada di level lebih tinggi dari saya tahun ini, jadi kami tak sering di situasi itu," tambah Russell.

Mengenai dinamika kerja di garasi, Russell menegaskan profesionalisme kedua pembalap. "Dalam balapan, kami fokus pada diri sendiri dan bekerja dengan insinyur masing-masing untuk mendapat hasil maksimal," jelasnya.

Awal musim yang kuat mengukuhkan Mercedes sebagai penantang utama. Namun, alih-alih Russell yang memimpin, Antonelli justru dengan cepat membangun keunggulan poin dan melesat jauh di puncak klasemen pembalap.

Kendati dibayang-bayangi masalah keandalan mobil W17, Russell sempat menunjukkan kilasan kecepatan luar biasa, seperti saat meraih pole position spektakuler dan mengamankan kemenangan berharga di Sirkuit Baku.

Namun, rentetan hasil kurang memuaskan setelah Baku membuat Russell heran. "Penting bagi saya meraih konsistensi. Saya belum pernah mengalami musim dalam karier saya di mana performa berfluktuasi sejauh ini," tuturnya.

Russell yakin potensi terbaiknya belum hilang usai performa apik di Baku. "Kami berjuang mendapat tingkat keberhasilan tinggi. Kami tak tahu penyebabnya, dan itu jadi prioritas saya di beberapa balapan tersisa," tegasnya.

Menatap musim 2027 saat mereka berdua dipastikan bertahan di Mercedes, Russell mengaku bekerja sama dengan psikolog olahraga. Pendekatan mental ini telah ia jalani selama tujuh tahun untuk menjaga fokus balapnya.

Ia membandingkan profesinya dengan olahraga individu. "Kita bukan petinju yang bertarung langsung di ring. Kita bertarung melawan diri sendiri, hampir mirip dengan pegolf saat menjalani putaran Kualifikasi," paparnya.

Menurutnya, kualifikasi dilakukan sendirian sehingga kerja keras serta persiapan pribadilah yang menentukan. "Saya tak melihat pesaing utama lalu berpikir bagaimana cara mengalahkannya," imbuh pembalap asal Inggris itu.

Russell memilih fokus penuh pada evaluasi internal demi mengembalikan performa terbaik. "Saya lebih melihat ke cermin, memikirkan apa yang perlu dilakukan agar tak tampil buruk dan mengulangi perasaan saat tampil hebat."

Dengan Antonelli yang hanya membutuhkan finis di posisi kesembilan pada GP Meksiko untuk mengunci gelar juara dunia, Russell tetap berkomitmen penuh memberikan dukungan terbaik bagi kemajuan keseluruhan tim Mercedes.

Tag

Terpopuler

Terkini