motorinanews (MotoGP) – Sulit melupakan nama Dani Pedrosa dari race MotoGP seri 14 di sirkuit Aragon, Minggu (27/9). Meski “hanya” finish kedua, namun pertarungan ketatnya dengan Valentino Rossi hampir di sepanjang balapan berlangsung, khususnya di 5 lap terakhir, menunjukkan jelas jika The Little Spaniard belumlah habis dan menjadi penampilan terbaiknya sejauh ini di tahun 2015.
“Saya berusaha terus tampil konsisten dalam catatan waktu per lap, serta terus berusaha menutup pintu bagi Valentino (Rossi) sepanjang balapan, karena saya terus mendengar suara mesinnya dekat di belakang motor saya,” kata Dani Pedrosa, saat diwawancarai sesaat setelah race usai.
Di antara para pembalap The Aliens di MotoGP, Dani Pedrosa memang dapat dikatakan yang paling apes. 26 kemenangan selama delapan tahun berkiprah di ajang MotoGP juga disertai dengan 11 kali gagal ikut balapan karena cidera. Faktor terakhir itu juga yang membuatnya selalu gagal menjadi juara dunia di setiap akhir musim.
Aksi pertarungan ketatnya dengan sang pemuncak klasemen Valentino Rossi di Aragon pada ahad lalu, menegaskan jika dalam penampilan terbaiknya Pedrosa sangat sulit ditaklukkan, bahkan oleh Marquez, Lorenzo atau The Doctor sekalipun. Persoalan Pedrosa yang banyak disebut banyak pihak adalah faktor cidera dan konsistensi.
Di tahun 2015 ini, selain harus mengalami cidera serius di otot lengan tangan kanan yang memaksanya absen tiga seri, ia juga harus menghadapi persoalan teknis soal frame baru Honda. Soal frame ini pula yang membuat Marc Marquez menyerah dan kembali menggunakan frame tahun 2014.

Namun di sinilah perbedaan Pedrosa dan Marquez mencuat. Jika Marquez bisa disebut hanya memiliki kemampuan balap yang luar biasa, Pedrosa punya nilai lebih soal pengembangan motor. Buktinya, Pedrosa tetap menggunakan frame baru dan memberikan sumbangsih penting dalam pengembangannya.
“Saya telah mempetaruhkan segalanya, khususnya di lap terakhir, namun Dani tampil sangat kuat hari ini. Ia selalu berhasil kembali mendahului,” kata Valentino Rossi.
Kini, Pedrosa masih punya satu misi yang harus dipertahankan di tahun 2015 ini, yaitu setidaknya menjuarai salah satu dari empat seri tersisa. Sejak turun di kelas para raja, Pedrosa setidaknya selalu mampu menjuarai seri balapan. Sebuah rekor yang bahkan tidak dimiliki seorang Valentino Rossi.
Sanggupkah? Common, Dani...