mobilinanews.com (Jakarta) – Sabtu sore itu, Oke D Junjunan memberikan briefing kepada para peserta di depan grand stand Sirkuit Gokart Sentul. Menyampaikan bahwa juara untuk kelas junior Rotax Max Challenge (RMC) tahun ini akan dikirim ke grand final di Portugal, November 2015.
“Ini bentuk komitmen saya untuk tetap memberangkatkan para juara RMC ke grand final. Sudah 15 tahun saya melakukan ini tanpa henti. Ada atau tidak ada sponsor, tetap harus jalan. Karena gokart adalah passion yang sudah saya jalani selama ini,” ujar Oke, promotor RMC kepada mobilinanews di Sentul, Sabtu (28/3).
Tidak sampai di situ, lelaki asal Bandung ini tetap akan mengusahakan agar tidak hanya pemenang juara kelas junior saja yang terbang ke Portugal. Tetapi juga kelas lain seperti senior dan master. Untuk sementara pemenang kelas senior nanti akan mendapat hadiah mesin rotax baru.
“Kalau peserta di kelas senior maupun master bertambah sesuai kuota yang ditentukan, bukan tidak mungkin pihak Rotax Max yang berkedudukan di Swiss juga membuka diri. Yang jelas, Indonesia mendapat perhatian khusus karena peserta kelas rotax cukup diperhitungkan di Asia,” lanjut ayah 2 putri yang tahun lalu membawa para pemenang RMC ke Valencia, Spanyol.
Dia memberi gambaran, di seri pembuka RMC ini, pesertanya hampir 50 pegokart. Bandingkan dengan Malaysia, Thailand, Singapura, Thailand atau negara ASEAN lain.Indonesia dianggap memiliki komunitas gokart RMC paling besar dan lebih mandiri.
Secara hitungan bisnis, memang tidak masuk. Karena seperti event RMC kali ini, juga tidak ada sponsornya. Ada beberapa rekanan yang jadi sponsor, tapi juga lebih karena ikatan pertemanan, yakni Kalma Group, Lorin Sentul dan mobilinanews.com.
Sosok penggiat di arena gokart ini sama dengan keluarga Ali Muhammad, yang juga puluhan tahun ‘setia’ dengan mobil balap kate itu. Dari Firhand Ali, Meckel Ali dan terakhir Zahir Ali, sampai sekarang tetap bergokart ria dan dengan ringan tangan berkontribusi demi kemajuan gokart .
“Kalau sudah cinta gokart, idealisme bisa mengalahkan logika. Rugi dari sisi bisnis ya biarin saja. Yang penting lahir beberapa bibit pembalap unggul dari gokart dan Indonesia diperhitungkan dunia,” ujar pengusaha garmen yang lagi hobi dengan turing motor gede ini.
Memang harus ada mau berkorban ya sob