mbilinanews.com, (Jakarta) – Wanita anggun dan ramah ini, pembawaannya sering kali terlihat kalem. Namun ketika meladeni para awak media, Wiwid --sapaan karibnya -- tak pernah kenal pamrih. Dia tak lain Widyawati yang menjabat sebagai Deputy Director After Sales PT Toyota Astra Motor (TAM). Salah satu loyalitasnya kepada jurnalis, Wiwid siap ditelepon 24 jam.
“Inilah salah satu resiko yang saya ambil sebagai bagian dari humas TAM. Guna mengakomodir kebutuhan pekerjaan ataupun teman-teman jurnalis. Jam berapapun saya selalu mengangkat telpon untuk urusan membantu pekerjaan teman-teman,” ujar kelahiran Salatiga, Jawa Tengah.
Wiwid yang telah bekerja di TAM sejak 1993, memulai karir sebagai staf of planning departement TAM. Tentang Hari Kartini, Wiwid mengaku hari Kartini menjadi sebuah momentum tepat untuk merefleksikan diri atas pekerjaan dan juga berperilaku dalam keseharian.
Terlahir dari pasangan Sri Hastuti dan Soedigdo, ia sangat mengagumi sosok ibunya yang sangat mencerminkan figur R.A Kartini. Terdidik dalam keluarga Jawa yang sangat santun, wanita penyuka Garang Asem ini mengaku selalu ditekankan untuk berlaku demokratis.
.jpg)
“Saya sangat terbuka dengan segala bentuk masukan dari siap apun, baik soal pekerjaan ataupun kehidupan sehari-hari,” tutur Wiwid yang memiliki nama panggilan “Iday” di keluarga besarnya.
Kedemokratisan yang diterapkan dalam pekerjaan juga dilakukan di keluarga kecilnya. Wanita yang bersuamikan Ida Bagus Dharmayana dan memiliki putra semata wayang bernama Ida Bagus Arkananta Wifazura (11) selalu berdiskusi untuk menetapkan rencana liburan keluarga.
“Kami selalu pergi liburan setidaknya 2 kali setahun. Misalnya merencanakan ke luar negeri, biasanya kami googling lokasi liburan yang ingin dituju. Mas Dharma dan Arkan selalu mensyaratkan tempat yang dituju selalu berkaitan dengan laut dan harus ada playground-nya,” paparnya.
Sering kali wanita yang memiliki GPA 3.89 dari gelar master yang diambilnya di Prasetiya Mulya Management Institute memposisikan Arkan anak tunggalnya sebagai rekan curhat dan tempat untuk ngerumpi bareng.
Satu fakta menarik dari sosok Wiwid, meski pun seorang seorang ibu rumah tangga, ternyata ia tidak bisa memasak loh.
“Saya penyuka makanan enak khususnya masakan tradisional. Tapi saya tidak bisa masak, hehehe. Di rumah ada sekretaris dapur yang selalu marah jika saya bilang ada masakan enak. Si mbak sudah kerja belasan tahun dengan saya. Jadi ia selalu minta dibawakan masakan enak yang dimaksud, trus dia bikin sendiri masakan tersebut. Hasilnya, masakan buatannya selalu lebih enak dari makanan yang saya bawa pulang,” tuturnya.
Salut untuk Wiwid yang mencurahkan totalitas pada pekerjaan dan keluarga.