motorinanews (Palangkaraya) - Sejatinya tim Motoprix harus diperkuat pebalap lokal dari provinsi tersebut. Meski boleh saja merekrut rider luar, namun jadi tak murni lagi disebut tim lokal. Begitulah yang dilakukan tim Motoprix MBG (Mitra Barito Group) dari Kalimantan Tengah.
Selama ini dunia otosport di Tanah Air mengenal MBG Racing sebagai tim gokart. Prestasi yang diraih telah mendunia. Kini MBG mulai ekspansi ke balap roda dua dan menyiapkan tim tangguh Motoprix untuk bersaing di Kejurnas Balap Motor Region 4 Kalimantan.
"Tahun 2018 kami serius melakukan penjajakan ke ajang balap roda dua. Skuad tim balap telah disiapkan yang diperkuat pebalap lokal Kalimantan Tengah untuk membawa nama daerah," beber H. Jimmy Carter selaku Direktur MBG Racing.
Nah, ini baru pass! Tim yang bermarkas di Muara Teweh, Kalteng telah menyiapkan formasi pebalap handalannya. Empat pebalap terbaik Kalteng pun direkrut. Dikki Ersa, Fendy, Abdul Wahid dan Eby Prayoga bakal turun di kelas MP1-MP2 dan M3-MP4.
Penandatanganan kontrak pebalap telah dilakukan Sabtu (10/3/18) di Hotel Aquarius, Palangkaraya. "Sudah saatnya MBG Racing mensupport pebalap potensial Kalteng untuk lebih berprestasi lagi," tekad Jimmy Carter, owner MBG Racing.
Dedi Rosadi diplot sebagai Manager Team. "Bos punya harapan hasilnya akan berimbas kepada PON 2018 nanti. Intinya pebalap Kalteng harus lebih berprestasi, makanya diberikan suntikan semangat berupa kontrak pribadi," terang Dedi Rosadi.
Meski manajemen tim belum memastikan apakah bakal mengikuti semua rangkaian putaran Motoprix di Region 4 Kalimantan, namun dari persiapan yang dilakukan terlihat tak ingin main-main. "Kita siapkan terlebih dahulu SDM dan pendanaan," ulas Dedi Rosadi.
"Arah kita memang menjadi tim Motoprix tangguh asal Kalteng. Jangan sampai tim hanya sebagai penggembira yang tidak ada prestasinya. Itu akan membuang waktu, tenaga dan pikiran saja," cetus Jimmy Carter didampingi Agi Borneo. Mantap! (Bang Ve)