mobilinanews.com (Cikopo) – Sepanjang jalur tol Cikopo - Palimanan terdapat 2 jenis rest area (tipe A dan B) yang berjumlah 4 tempat di masing-masing sisi tol. Rest area tipe A yaitu tempat pemberhentian yang memiliki fasilitas yang lengkap, mulai sarana parkir luas, SPBU, food court, masjid, minimarket dan fasilitas kamar mandi. Sedangkan tipe B hanya sebatas sebagai tempat pemberhentian dengan area kantin, mushola dan area parkir.
Sayangnya, dari total 8 area yang dipersiapkan bagi pemudik, baru satu rest area yang beroperasi optimal yang otomatis membuat rest area ini menjadi titik peristirahatan terbaik di tol Cikapali. Praktis, rest area km 102 (mengarah ke Palimanan) menjadi tempat peristirahatan utama di tol Cikapali.
“Totalitas memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna tol adalah prioritas kami. Semua fasilitas yang kami dirikan dapat mengakomodir tempat istirahat yang ideal bagi pemudik. Selain memberikan kenyamanan, sebisa mungkin juga dapat menciptakan lahan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar,” ujar Nugroho Rawidigdo, pemilik rest area 102 yang ramah dan low profile ini.
Rest area seluas 5 hektar ini, memiliki 20 konter kantin yang sudah terisi penuh dengan ragam makanan yang lengkap dan variasi harga mulai dari Rp 5 ribu – Rp 30 ribuan. Ditargetkan selain gerai Kentucky yang telah berdiri, segera berdiri kedai kopi modern Starbucks dan restauran besar lainnya yang akan akan berdiri sebelum mudik tiba.
Fasilitas ibadah berupa masjid yang dapat menampung 300 jemaah, dibangun mengacu pada gaya desain masjid di Cairo, Mesir. Untuk sarana parkir mampu menampung hingga 400 mobil dan truk selama mudik lebaran. Dan untuk memenuhi kebutuhan BBM tersedia 3 pompa solar (di sisi kiri) serta 5 pompa premium dan pertamax.
Untuk rest area Km 102 arah Cikopo yang juga milik Nugroho, ditargetkan dapat beroperasi H-7 menjelang lebaran dengan fasilitas yang sama persis.
“Meskipun untuk rest area arah Cikopo akan mulai ramai digunakan untuk tempat istirahat arus balik mudik, kami tetap akan mengejar pengerjaan agar dapat dinikmati seminggu jelang arus mudik lebaran. Pesan kami, jangan memaksakan diri untuk menyetir jika sudah lelah, dan gengsi untuk bilang ngantuk. Sebab 90 persen kecelakaan yang terjadi adalah kecelakaan tunggal karena faktor lengah pengemudi. Manfaatkanlah fasilitas rest area 102 seoptimal mungkin,” tutur pria penyuka sepeda ini kepada tim ekspedisi mudik mobilinanews dan V-KOOL.
Lapar, ngantuk atau sekedar ingin berhenti untuk tamasya dadakan? Ya berhentilah di rest area km 102. Anda akan disapa ramah Pak Nugroho dan anak buahnya.