Pengalaman Ekstrim 4 Anak Muda Berprestasi, Ada Yang Terbanting dari Kuda

Rabu, 12/06/2019 16:15 WIB |
Dari kiri Didi, Joanne, Karen & Keanon Santoso, jadi pelecut meraih prestasi terbaik. (foto : bs)
Dari kiri Didi, Joanne, Karen & Keanon Santoso, jadi pelecut meraih prestasi terbaik. (foto : bs)

mobilinanews (Jakarta) – Apa yang diobrolin ketika 4 anak muda berprestasi dari berbagai bidang olahraga dan bisnis berada di satu meja makan?

Pasti pengalaman paling ekstrim dan berkesan. Seperti yang terjadi pada sebuah makan malam di resto Thai Village lantai 5 Senayan City, Jakarta, Selasa (11/6/2019) malam.

Adalah Dhaniella Daphne (pemain sepakbola wanita), Karen Herjawan (atlet berkuda nasional), Joanne Cristy Hidayat (bisnis women) dan Keanon Santoso (pembalap).

“Kaki saya pernah patah saat kena takling pemain lain dalam sebuah pertandingan sepakbola. Ini fotonya, semoga tidak ngilu melihatnya,” ujar Didi, sapaan akran Dhaniella, pemain sepakbola nasional wanita.

Pada foto terlihat jelas, tumit kaki kanan Didi sampai melengkung setelah “kena hantam” pemain belakang lawan. Di tim, ia menempati posisi gelandang serang.

Ia harus dibawa ke sebuah rumah sakit di Singapura, untuk sebuah operasi. “Sebulan saya nggak bisa ngapa-ngapain,” lanjutnya.

Tapi, ia tak kapok. Setelah dinyatakan sembuh, kembali berlatih sepak bola. Dan kini, Didi masuk dalam tim inti DKI Jakarta yang dipersiapkan ke PON Papua 2020.

Karen Herjawan lain lagi. Meski sejak umur 8 tahun telah menggeluti olahraga berkuda, ia pernah mengalami beberapa kejadian dengan kudanya.

Terbaru, saat mengikuti kejuaraan berkuda di Pulomas, Jakarta Timur belum lama ini, ia seperti diterbanting oleh kudanya.

“Sebetulnya kuda itu baik dan sudah lama sama saya. Tapi, mungkin karena sudah terlalu sore jelang petang masih dipakai berlomba, jadi kayak marah. Jam segitu sudah saatnya dimasukkin kandang,” ujar Karen.

Meski terbanting dan terjatuh, untungnya Karen tidak cedera berarti. Soal trofi juara, ia langganan memperolehnya pada setiap event balap berkuda yang diikuti.

Joanne Cristy Hidayat awalnya juga pegokart cilik di Red Line Kelapa Gading. Namun kemudian memilih melanjutkan pendidikan, dan di usia 22 tahun kini telah menjadi seorang pengusaha resto.

Thai Village, franchaise Chinnese food asal Singapura coba diperkenalkan di Jakarta. Pertama, dengan membuka gerai di lokasi premium Senayan City.

“Berikutnya, akan membuka lagi di kawasan Senopati Jakarta. Masih belajar sih berbisnis kuliner. Semoga dilancarkan,” senyum Joanne.

Namun Keanon Santoso pernah memiliki cerita serem juga. “Waktu awal-awal ikut gokart di Sentul, 3 kali alami insiden kecelakaan dalam sebuah kejuaraan. Dan, tiga kali pula dibawa ke medical centre, hehe,” tutur Keanon yang lagi di Jakarta.

Keanon yang kini kuliah di Paderborn University, Jerman, tidak kapok juga. Padahal orang tuanya sempat kuatir. Dan justru kecelakaan itu dianggap sebagai bagian perjalanannya untuk menjadi pembala andal.

Bagaimana pengalaman ekstrem Anda? (bs)