mobilinanews (Italia) - Duel ketat dan panjang Marc Marquez (Ducati) dengan Pedro Acosta (KTM) menjadi momen paling menghibur di GP Italia, Mugello, lalu. Dua-duanya ngotot dengan beberapa kali aksi menyalip.
Kedua rider Spanyol itu mendominasi perhatian karena merekalah yang bertarung paling ketat sepanjang balapan, terutama saat keduanya berebut posisi P4.
Pembalap beda generasi itu, Acosta (22 tahun) dan Marquez (33 tahun), tampak fokus dan menikmati pertarungan mereka sendiri. Jadi abai dengan ancaman AI Ogura (Trackhouse Aprilia) dan Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) yang mulai mengancam. Akhirnya mereka berdua bisa menyalip saat Marquez dan Acosta meleng bersamaan. Alhasil, Acosta dan Marquez harus puas finish P6 dan 7 di bawah duet Aprilia Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, Francesco Bagnaia, Ogura dan Giannantonio.
Marquez dan Acosta mengaku tak kecewa dengan hasil itu.
Acosta mengakui, pada saat berada di belakang Marquez, konsentrasinya memang tertuju hanya kepada seniornya itu.
Dengan leluasa ia mempelajari riding style lawan dalam hal titik dan cara pengereman, juga trik menjaga daya tahan ban belakang. Tentu saja ia pelajari kelemahan Marquez yang memungkinkan untuk disalip.
Meski Marquez belum sepenuhnya pulih secara fisik seusai operasi pada bahu dan kaki, Acosta.menilai performa.pemegang 7 gelar MotoGP itu sudah.mendekati aslinya. Tetap agresif dan mempertahankan posisi dengan keras.
"Berada di belakang Marc sangat menarik. Saya banyak belajar, terutama caranya menjaga performa ban. Ada beberapa.poin yang pastinya akan saya bawa ke garasi tim KTM untuk kami bedah bersama. Kami duel sangat panjang dan itu.memungkinkan saya melihat bagaimana ia balapan dengan cara yang berbeda," kata Acosta.
"Itu duel yang hebat. Ada beberapa kali manuver overtake yang saya pikir menghibur penonton. Saya sendiri beberapa kali bisa menyalip dengan cara yang keren. Ya, setidaknya saya bisa menyalipnya beberapa kali."
Acosta pun mengaku ketagihan fight dengan Marquez dan ingin mengulangnya.
"Kejuaraan ini butuh pertarungan ketat seperti itu. Agar penonton juga terhibur dan ketagihan. Saya yakin pertarungan seperti ini membuat fans sangat bergairah," imbuhnya.
Keinginan Acosta unruk fight lagi dengan Marquez mungkin saja terjadi pada race berikutnya, terdekat pada GP Hungaria pekan ini.
Tapi, kesempatan luas menanti pada musim kompetisi 2027. Saat dimana Acosta menjadi rekan satu tim Marquez di tim pabrikan Ducati. Dengan perubahan mesin ke 850cc plus regulasi teknis lainnya, potensi duel keduanya sangat terbuka. (r)