mobilinanews (Italia) - Pada Februari silam Lewis Hamilton bikin heboh dengan keputusan pindah ke Ferrari pada 2025. Pasalnya ia baru saja teken kontrak baru di tim Mercedes hingga akhir musim 2025.
Banyak yang menduga keputusan Hamilton karena kecewa dengan performa tim Mercedes yang memburuk sepanjang 2022-2023 tanpa sekali pun ia memenangkan balapan.
Bisa jadi itu benar. Tapi, ada sisi lain yang membuat juara dunia F1 7 kali itu ambil keputusan drastis pindah ke Ferrari.
Tak lain karena ambisinya melampaui rekor legenda Ferrari Michael Schumacher. Driver Jerman itu lebih dulu membuat sejarah 7 kali juara dunia F1 lewat dua gelar di tim benetton dan 5 gelar berturut di Ferrari pada musim 2000 hingga 2004.
Hamilton menyamai rekor 7 gelar itu pada tahun 2020. Sayang, sejak musim 2021 dominasi Mercedes dirusak Red Bull Racing dengan melahirkan tiga gelar juara dunia buat Max Verstappen. Sementara ambisi Hamilton untuk melampaui rekor Schumacher dan menjadi pembalap pertama yang mencetak 8 gelar F1 masih menggebu-gebu.
"Itu alasan utamanya pindah ke Ferrari, meraih gelar ke-8," ungkap President Ferrari John Elkann dalam wawancaranya dengan F1 Technical.
Itu komentar pertama Elkann sejak Hamilton teken kontrak pada 6 bulan lalu. Padahal Elkann sendiri yang disebut-sebut turun tangan sendiri dalam proses membawa Hamilton ke Ferrari, tapi yang bicara ke publik adalah Fred Vasseur selaku tim prinsipil Ferrari.
Elkann adalah pengagum Hamilton sedangkan Hamilton sendiri sejak kecil bercita-cita jadi pembalap Ferrari. Hal itulah yang membuat proses negosiasi bisa berlangsung cepat.
Paparan Vasseur soal rencana jangka panjang Ferrari untuk musim 2026 dan seterusnya, saat regulasi F1 berubah signifikan, rupanya meyakinkan Hamilton untuk meraih gelar ke-8-nya yang jika terwujud entah kapan bisa disamakan oleh pembalap F1 masa depan.
"Untuk 2025 mungkin berat untuk bersaing. Tapi, kami punya kans besar pada 2026 atau 2027," kata Vasseur.
Artinya, di musim 2025 Hamilton punya kesempatan beradaptasi sekaligus memberi masukan teknis untuk mobil baru ke musim 2026.
Dan, Elkann pun siap beri dukungan penuh untuk mencapai tujuan.
"Ia ingin gelar ke-8, kami ingin kembali menjadi juara dunia," tukasnya.
Ia yakin usia Hamilton yang tahun depan mencapai 40 tahun tak menjadi kendala untuk meraih gelar pada tahun berikutnya. Tak lain karena profesionalismenya yang tinggi dan sangat ketat menjaga kebugaran fisik.
Saat ini memang hanya Hamilton yang berpeluang melampaui rekor Schumacher. Seperti kata Vasseur, itu bisa pada 2026 atau 2027. (rn)