mobilinanews (Kanada) - Sudah lama jagoan F1 Lewis Hamilton dan Max Verstappen tak jumpa di lintasan. Pada taceday GP Kanada, Minggu (24) petang waktu lokal atau Senin (25/5) pukul 03.00 WIB, keduanya akan lepas start bareng dari row 3. Hamilton P5 dan Verstappen P6.
Sebagai musuh lama dengan rivalitas yang tidak sehat, pergerakan kedua pemegang gelar F1 itu tentu menarik dicermati. Fans masing-masing boleh berharap keduanya tak akan ada yang mengalah untuk lebih dulu menguasai tikungan pertama. Mudah-mudahan tak ada crash agar keduanya bisa menyajikan pertunjukan kelas atas yang sudah hilang dalam beberapa musim terakhir. Seperti fight keras.mereka sepanjang musim 2025.
Kali ini Hamilton dan Verstappen tak sedang berburu gelar. Bahkan untuk berebut juara atau podium di Kanada pun terbilang berat. Duet Mercedes George Russell dan Kimi Antonelli di row 1 serta duet McLaren Lando Norris dan Oscar Piastri di row 2 masih lebih kencang dari Ferrari dan Red Bull.
Namun, tarik-tarikan antara Hamilton dan Veratappen bisa jadi menu spesial meskipun misalnya hanya beberapa lap setelah keluar dari tikungan pertama. Duel mereka kaki ini bukan soal prestasi tetapi masalah prestise, soal gengsi.
Hamilton sendiri sedang on fire dan menikmati rasa nyaman di Ferrari SF26-nya. Ia cepat (P2) di sesi latihan dan memimpin (P1) di sesi SQ1, P2 di Q2 dan P5 di SQ3. Itulah kali pertama ia mengalahkan rekan setimnya, Charles Leclerc , dalam sesi kualifikasi sejak membesut Ferrari tahun lalu. Sayang, pada balap sprint-nya Hamilton justru kalah dari Leclerc, ia finiah P6 dan Leclerc P5.
"Secara keseluruhan saya senang. Ini hasil dari perubahan persiapan yang saya lakukan," kata Hsmilton yang menuju Kanada jni benar-benar mengabaikan program simulator dan memilih membedah data teknis bersama tim mekaniknya.
Sebaliknya dengan Verstappen. Tampak kesal dengan timnya. Gara-garanya, seringan RB22 miliknya kali ini sepenuhnya ditentukan tim. Itu berbeda dengan keinginan pembalap Belanda itu.
"Tim yakin dengan pilihan mereka. Saya hormati pilihan itu, dan nyatanya tidak berhasil. Sesekali perlu membiarkan mereka mengambil keputusan. Hasilnya jelas tak sesuai dan karena itu ini tak akan terjadi lagi," ucap Verstappen yang bingung karena mendadak lebih kencang di kualifikasi Q3 dengan catatan waktu 1 menit 12,907 detik dan terpaut hanya 0,3 detik dari Russell selaku pole sitter.
"Sejujurnya saya tidak tahu darimana datangnya kecepatan itu," tandas Veratappen yang pada sesi sebelumnya tak pernah berlari di bawah 1 menit 13 detik.
Mari berharap saja rasa kesannya akan terobati saat berkesempatan unjuk gigi melawan sang lawan lawas, Hamilton. (r)