Mobilinanews (Jakarta) - Seiring pesatnya perkembangan kendaraan elektrifikasi (EV), akselerasi pembangunan infrastruktur pengisian daya menjadi hal yang krusial bagi para pengguna EV, termasuk di Indonesia.
Meski Pemerintah sudah menyediakan sekitar 1.124 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN), namun jumlah ini dinilai masih belum cukup untuk mendukung transformasi yang dibutuhkan.
Oleh karena itu, keterlibatan sektor swasta menjadi hal yang penting, salah satunya seperti V-Green yang telah menyatakan bahwa kehadirannya siap memperkuat dan mengubah lanskap transportasi hijau di tanah air.
Hal ini di tandai melalui Nota Kesepahaman (MoU) dengan Prime Group dari Mesir, Dimana, V-Green telah menargetkan pemasangan sebanyak 100.000 stasiun pengisian daya untuk mobil listrik VinFast dalam kurun waktu tiga tahun.
Dalam keterangan yang diterima pada Senin (30/12/2024), dengan proyeksi investasi sebesar USD 1,2 miliar, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas EV, tetapi juga memosisikan V-Green sebagai pemimpin dalam transisi mobilitas hijau di Indonesia.
Sebagai tahap awal, pihaknya akan memprioritaskan pembangunan stasiun pengisian daya VinFast di wilayah Jakarta, Surabaya, Bali, dan sekitarnya, dengan rencana ekspansi ke wilayah lain di Indonesia pada tahap berikutnya.
Pembangunan stasiun pengisian daya akan dimulai pada Januari 2025 dengan sejumlah stasiun ditargetkan beroperasi di tahun yang sama. Wilayah-wilayah juga akan menjadi fokus ekspansi VinFast dalam menghadirkan lini model EV yang beragam di Indonesia.
Tersedianya infrastruktur pengisian daya yang andal dan tersebar luas menawarkan manfaat nyata bagi berbagai kebutuhan sehari-hari mulai dari penggunaan transportasi pribadi, jasa logistik, bahkan hingga industri pariwisata.
Dengan adanya infrastruktur pengisian daya ini, V-Green membuka jalan menuju masa depan transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia, termasuk mendorong target Pemerintah terkait emisi nol atau net-zero emissions pada tahun 2060 mendatang.