mobilinanews (Jakarta) – Ananda Julio Prost menyiapkan strategi khusus agar lolos final pada grand final rotax max challenge di Portimao, Portugal, 8-18 November 2015.
“Strateginya yakni sudah siap sejak latihan dan kualifikasi heat. Tidak ada lagi yang namanya pemanasan. Pasalnya, peserta setiap jumlahnya sampai seratus. Lalu dalam kualifikasi heat itu, harus selalu 10 besar. Dengan hasil itu niscaya Julio bakal lolos final kelas senior,” ujar Hadi Prost, sang ayah.
Kualifikasi akan dilakukan 4 kali dan 32 pegokart terbaik akan langsung lolos ke babak final. Dari pegokart yang tidak lolos masih memiliki peluang ke final melalui second chance untuk mencari 4 pegokart menggenapi 36 pegokart.
“Diupayakan bisa langsung lolos ke final. Sebab kalau melalui second chance, lebih berat lagi. Jatah 4 seat harus diperebutkan puluhan pegokart,” lanjut Hadi yang merupakan pelatih tim MBG itu.
Julio Prost sendiri mengaku telah mempersiapkan diri dengan latihan 3 kali seminggu di Sentul International Karting Circuit, Bogor. “Selain itu, saya belajar dari youtube di sirkuit Portimao, Portugal. Meski hanya virtual, tentunya sangat membantu untuk pengenalan sirkuit,” sebut Julio yang menjadi duta pariwisata Indonesia Wonderfull.
Tahun 2011 lalu, Julio juga lolos grand final rotax max challenge di Uni Emirat Arab mewakili kelas junior. Tapi, tidak lolos ke final 36 besar.
Pada preskon di Sarinah Thamrin, Jakarta, Sabtu (31/1) malam itu juga hadir pemilik tim MBG, H Nadalsyah (Bupati Barito Utara, Kalteng), pegokart Agi Borneo dan Ruhut Sitompul (pembina tim MBG).