mobilinanews (Jakarta) - Pasar skutik adventure kini semakin ramai, dan Honda tampil agresif dengan dua jagoan barunya: XADV 350 dan ADV 350. Keduanya hadir membawa kombinasi gaya gagah, teknologi modern, dan performa tangguh. Namun, manakah yang paling cocok untuk Anda—baik sebagai commuter harian maupun penjelajah jarak jauh?
Mari kita ulas secara mendalam, mulai dari desain hingga harga, agar Anda bisa menentukan pilihan dengan lebih yakin.
Honda XADV 350 tampil sebagai SUV Bike sejati. Desainnya bulky, agresif, dan berpostur tinggi layaknya motor petualang kelas atas. Cocok untuk Anda yang ingin tampil menonjol di jalanan atau menjajal medan sedikit menantang.
Sementara itu, ADV 350 lebih ramping dan ringkas. Ia mengambil inspirasi dari kombinasi ADV 160 dan sang kakak, XADV 750, menjadikannya lebih lincah untuk penggunaan sehari-hari namun tetap dengan aura adventure.
Keduanya telah dilengkapi fitur modern seperti:
Lampu LED menyeluruh, memberikan visibilitas maksimal
Windshield adjustable, mendukung kenyamanan saat touring
Panel instrumen digital, menyajikan informasi berkendara secara lengkap dan futuristik
Keduanya mengusung mesin 330 cc eSP+, dengan tenaga mencapai 29 daya kuda dan torsi 31,5 Nm. Tenaga tersebut disalurkan lewat transmisi CVT, sehingga pengendaraan tetap mulus tanpa hentakan berlebih.
Namun, perbedaan bobot membuat karakter masing-masing sedikit berbeda:
XADV 350 lebih berat, namun menawarkan kestabilan saat melibas jalur kasar.
ADV 350 lebih ringan, sehingga respons akselerasinya lebih cepat di jalanan kota.
Ini menjadikan ADV 350 lebih cocok untuk penggunaan harian yang dinamis, sedangkan XADV 350 lebih tangguh untuk touring jarak jauh atau jalur semi-offroad.
Di sektor kaki-kaki, XADV 350 dipersenjatai dengan suspensi depan upside-down 41 mm, yang memberikan kekuatan lebih saat menghadapi medan berat. Suspensi ini mirip dengan yang digunakan di motor-motor adventure besar.
Sedangkan ADV 350 menggunakan Showa 37 mm, lebih lembut dan cocok untuk kenyamanan jangka panjang di jalan aspal.
Untuk keamanan, keduanya sudah dibekali rem cakram depan-belakang dengan ABS dual-channel, memastikan pengereman tetap optimal di berbagai kondisi.
Keduanya sudah dirilis secara resmi di pasar Eropa dan beberapa negara Asia. Peluang masuk ke Indonesia juga terbuka lebar, mengingat popularitas keduanya yang terus meningkat di kalangan pengendara dewasa.
Dengan persaingan yang semakin sengit di kelas skutik adventure, Honda berhasil menawarkan dua opsi yang mengisi celah pasar berbeda. Kini, tinggal Anda tentukan: petualang premium atau urban explorer?