PPMKI Kirab Mobil Kuno, Diwarnai Raungan Shelby dan Keanggunan Bell Air

Senin, 18/08/2025 17:09 WIB | Luska

Jakarta, MOBILINANEWS.COM -  Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) mengisi Hari Kemerdekaan dengan kirab mobil klasik memutari jalan Sudirman. Penumpangnya adalah para veteran yang pernah berhadapan dengan tentara negara asing, 4 kendaraan eks RI-1, Jeep Wilis sampai Ford Mustang GT 500 turun ke jalan. 

Mobil-mobil itu punya cerita masing-masing mereka disatukan dalam kirap Kemerdekaan bersama LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia). Senyum puas dan bangga tersirat dari anggota dua organisasi, bahkan para veteran itu berebut menumpang Jeep Willis, maklum prajurit ingat masa perjuangan.

Perjalanan mereka dimulai dari Balai Sarbini, gedung Veteran melintas jalan Gatot Subroto dan berputar di kolong flyover Kuningan menuju SCBD. Sampai bunderan tugu Pembebasan Irian Barat menuju Hang Lekir dan berbelok ke Senayan, lalu menuju Semanggi ke arah bunderan HI, berputar dan kembali menuju Balai Sarbini. 

Empat kendaraan eks mobil dinas RI-1 berada di ututan depan, kendaraan itu jenis sedan, Chrysler Windsor, Chrysler Imperial, dan Cadlliac. Lalu menyusul mercedes keluaran tahun 70, Citroen klasik dengan mesin 600cc, lalu Chevrolet Bell Air. Ada satu-satunya mobil sport di kirab tersebut Ford Mustang GT 500, yang awalnya dikhususkan untuk lomba kecepatan mobil namun gagal berbicara di ajang itu. 

Ingat film yang dibintangi Nicholas Cage "Gone in 60 Seconds" tentang pencurian mobil, Mustang GT 500 inilah yang menjadi primadona di film tersebut. Mustang GT 500 di film itu dipanggil 'Eleanor' dengan kapsitas mesin 7000cc sementara yang ikut kirap adalah Mustang GT 500 Shelby bermesin 5000cc (mini engine). 

Raungannya dasyat apalagi saat melintas terowongan di SCBD, cukup menggetarkan jantung. Warna putih dengan sentuhan garis merah mempertegas kendaraan ini siap ikut kirap Kemerdekaan. Pemiliknya adalah Ketua PPMKI Jakarta Ruby Alamsyah yang tak canggung mengendarai mobil setir kanan seperti Shelby nan cantik. 

Sementara mobil Bell Air keluaran tahun 50-an adalah mobil yang tak pernah ganti pemilik, Bell Air ini merupakan warisan dari ayah pemiliknya yang sudah ia tumpangi sejak berusia 1 tahun dan kini si pemilik berumur 70 tahun. 
Mobil-mobil kuno itu terawat, pemiliknya bukan sekedar gemar tapi begitu mencintai kendaraan klasiknya. Seperti Lilik pemilik puluhan mobil kuno, kali ini ia mengendarai mobil Eropa merek Daimler. Bodinya mulus, warna hitam dan memantul bila kita di dekat mobil tersebut layaknya cermin, bukti mobil ini sangat terawat. 

Bahkan menurut pengakuan veteran yang menumpang di mobil kuno milik Lilik juga, AC-nya dingin dan joknya pun empuk, dan merasa nyaman duduk di kursi belakang. Mobil-mobil itu menarik perhatian warga Jakarta yang tengah beraktivitas di seputar jalan Sudirman, bahkan kumpulan fotografer amatir yang asyik mengabadikan motor besar serempak berbalik dan menjepret puluhan mobil kuno milik anggota PPMKI yang ditumpangi para veteran yang tergabung di LVRI. Sesuailah dengan tema kirab "Semangat Juang di Atas Roda Sejarah"