F1 2025: Ditolak Mick Schumacher, Pembalap Ketiga Cadillac Jatuh Kepada Colton Herta

Rabu, 03/09/2025 23:43 WIB | Rulin purba
Colton Herta (AS) driver IndyCar yang akhirnya masuk F1 lewat Cadillac. (Foto: indycar)
Colton Herta (AS) driver IndyCar yang akhirnya masuk F1 lewat Cadillac. (Foto: indycar)

mobilinanews (AS) - Cadillac sudah memilih duet Valtteri Bottas dan Sergio Perez untuk menghalangi debut tim AS itu di kompetisi F1 2026. Sayang, nama besar Mick Schumacher tak jadi diangkut.

Selain Bottas dan Perez, tadinya putra legenda F1 Michael Schumacher itu juga kandidat kuat menjadi pembalap regular Cadillac. Bahwa kemudian ia tersisihkan hanya karena tim pendatang baru F1 itu lebih mementingkan pengalaman yang lebih panjang pada Bottas dan Perez.

Cadillac pun memberikan slot sebagai pembalap penguji dan pengembang kepada Schumacher.  Tapi, mantan pembalap Haas dan pembalap cadangan tim Mercedes itu menolak. Ia memilih tetap balap regular di kancah FIA-World Endurance Championship bersama Alpine sembari menunggu kesempatan balik ke F1 bersama Alpine juga.

Saat ini Alpine asuhan Flavio Briatore itu baru punya Pierre Gasly untuk line-up 2026. Nasib pembalap ruki Gabriel Bortoleto masih tanda tanya dan inilah satu-satunya celah yang bisa membawa Schumacher kembali ke balap regular F1.

Ditolak Schumacher, Cadillac pun menetapkan pembalap unggulan IndyCar Colton Herta (AS) menjadi pembalap ketiga musim depan. Namanya juga sebenarnya masuk kandidat Cadillac sejak awal dengan pertimbangan tim AS itu punya local hero di 3 seri F1 di negara adidaya itu.

Seperti Schumacher,  Herta gagal jadi pembalap regular lantaran kalah pengalaman dengan Bottas dan Perez. Sejauh ini belum ada keputusan apakah Herta akan fokus dengan job-nya di Cadillac atau pada saat yang sama juga akan tetap bertarung di kancah balap IndyCar - model balap F1 ala Amerika.

Meski begitu, ia sudah siap untuk sepenuhnya melakoni status barunya di F1. Tak lain karena keinginan yang kuat menuju F1 dalam usianya 25 tahun saat ini.

"Impian saya dari dulu adalah balapan di F1. Peran baru di Cadillac adalah jalan untuk mewujudkan impian itu. Mulai sekarang fokus saya adalah memberikan segalanya untuk Cadillac F1, membantunya menjadi tim yang kompetitif," katanya.

Tiga tahun lalu dalam usianya 23 tahun, Herta didirikan tim elit Red Bull untuk dipasang pada tim yunior mereka, AlphaTauri. Sayangnya, Herta gagal memenuhi persyaratan teknis untuk memperoleh super licence dari FIA sebagai syarat mengaspal di trek F1.

"Memiliki pembalap Amerika dalam sebuah tim asal Amerika di F1 adalah sebuah momen istimewa. Bukan saja untuk Cadillac tapi juga untuk komunitas motorsport Amerika," komentar Team Principal Cadillac Graeme Lowdon,  dikutip dari media resmi F1. (r)