Mobilinanews (Jakarta) - Hyundai semakin serius memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Indonesia. Setelah sukses besar dengan Ioniq 5 dan Ioniq 6, pabrikan asal Korea Selatan ini bersiap meluncurkan model terbarunya, yaitu Hyundai Ioniq 9.
SUV listrik berukuran besar ini siap menjadi pilihan baru bagi keluarga yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan, luas, dan bertenaga. Indikasi kuat kehadiran Ioniq 9 terlihat dari kemunculannya di daftar Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).
Dalam dokumen tersebut, tertera varian Ioniq 9 EV CAL 4X4AT dengan nilai Rp 699 juta. Meskipun ini bukan harga jual resmi ke konsumen, kehadiran mobil ini di NJKB menegaskan bahwa peluncurannya di Indonesia hanya tinggal menunggu waktu.

Ioniq 9 pertama kali diperkenalkan secara global di Korea Selatan pada Februari 2025. Mobil ini dirancang sebagai SUV keluarga dengan konfigurasi tiga baris kursi, yang mampu menampung enam hingga tujuh penumpang.
Dimensinya yang bongsor menjadikannya salah satu SUV listrik terbesar di kelasnya, dengan panjang mencapai 5.060 mm dan lebar 1.980 mm. Ukuran ini menjamin ruang kabin yang sangat lapang dan nyaman bagi seluruh penumpang.
Untuk performa, Ioniq 9 dilengkapi baterai NCM lithium-ion berkapasitas 110,3 kWh. Baterai ini memungkinkan mobil menempuh jarak hingga 620 km dalam sekali pengisian penuh, berdasarkan standar WLTP.

Tak hanya itu, kemampuan pengisian dayanya juga sangat cepat. Dengan menggunakan charger ultra-cepat 350 kW, baterai dari Hyundai Ioniq 9 ini bisa terisi dari 10% hingga 80% hanya dalam waktu 24 menit.
Hyundai juga menyiapkan beberapa varian untuk Ioniq 9, agar konsumen bisa memilih sesuai kebutuhan, di antaranya, RWD Long Range, AWD Long Range hingga AWD Performance, varian dengan performa lebih tinggi bagi mereka yang mencari tenaga ekstra.
Kehadiran Hyundai Ioniq 9 diprediksi akan semakin memperketat persaingan di segmen SUV listrik di Indonesia. Dengan berbagai keunggulannya, Ioniq 9 siap menarik minat konsumen yang mencari kendaraan keluarga premium yang ramah lingkungan.