Mobilinanews (Jakarta) - Mobil listrik dikenal efisien, praktis, dan ramah lingkungan. Tak heran jika banyak orang mulai beralih ke kendaraan berbasis baterai ini karena biaya operasionalnya yang relatif lebih murah dibanding mobil konvensional berbahan bakar fosil.
Namun, di balik semua keunggulannya, mobil listrik tetap punya sisi yang bisa membuat konsumsi daya jadi lebih boros. Kondisi tertentu, baik dari cara penggunaan maupun faktor eksternal, bisa memangkas jarak tempuh baterai lebih cepat dari perkiraan.
Bagi pengguna baru, memahami penyebabnya sangat penting agar bisa mengatur gaya berkendara sekaligus menjaga efisiensi. Berikut tiga faktor utama yang membuat konsumsi daya mobil listrik meningkat:
Kenyamanan kabin memang penting, tapi penggunaan pendingin udara (AC) atau pemanas secara terus-menerus bisa menguras daya baterai lebih cepat.
Saat cuaca panas, AC bekerja ekstra keras menjaga suhu kabin tetap sejuk.
Sebaliknya, di musim dingin, pemanas kursi maupun kabin juga menghabiskan energi cukup besar.
Dampaknya tidak main-main. Beberapa pengujian mencatat, penggunaan AC bisa memangkas jarak tempuh hingga 10–20 persen, sementara pemanas di iklim dingin bisa menurunkan efisiensi hingga 30 persen.
Cara mengemudi punya pengaruh langsung terhadap konsumsi daya.
Akselerasi mendadak, pengereman keras, serta kebiasaan melaju kencang di jalan tol membuat motor listrik bekerja ekstra.
Meskipun mobil listrik dikenal responsif, terlalu sering “gaspol” justru mempercepat habisnya baterai.
Sebaliknya, mengemudi dengan kecepatan konstan, memanfaatkan sistem regeneratif saat deselerasi, dan menerapkan eco driving bisa membuat energi lebih awet.
Faktor eksternal tak kalah berpengaruh.
Jalan menanjak atau bergelombang jelas membutuhkan tenaga lebih besar.
Membawa penumpang penuh atau barang berlebih juga menambah beban kerja motor listrik.
Cuaca ekstrem memperburuk situasi: suhu dingin membuat kinerja baterai menurun, sedangkan suhu panas memaksa sistem pendingin baterai bekerja lebih keras.
Semua kondisi ini membuat jarak tempuh lebih pendek dari angka ideal yang tertera di spesifikasi.