Optimisme OLX Di Tengah Kondisi Pasar Mobil yang Menurun di 2025

Kamis, 13/11/2025 15:10 WIB | Wilfrid Kolo
Direktur OLX Indonesia, Agung Iskandar berbagi informasi tentang kondisi pasar mobil bekas tahun 2025
Direktur OLX Indonesia, Agung Iskandar berbagi informasi tentang kondisi pasar mobil bekas tahun 2025

mobilinanews (Jakarta) – Penjualan mobil bekas pada platform digital cukup berat di tahun 2025. Kondisi ini terjadi karena penurunan daya beli masyarakat yang cukup dalam.

Direktur OLX Indonesia, Agung Iskandar, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Gaikindo yang doolah OLX, pada tahun 2025 dalam kurun waktu hingga Septermber, penjualan mobil baru secara nasional turun sekitar 11%.

“Tahun 2025 penjualan mobil baru mengalami penurunan penjualan, sementara mobil bekas ikut terimbas karena daya beli dan approval kredit yang makin ketat,” ujar Agung dalam forum diskusi bersama jurnalis otomotif di Jakarta.

Agung menjelaskan, berdasarkan data OLX ada penurunan demand sebesar 5% secara tahunan, sementara jumlah iklan kendaraan supply justru meningkat tipis sekitar 2%.

Hal ini menandakan semakin banyak masyarakat yang menjual mobilnya, namun minat beli menurun, karena pergeseran prioritas mereka pada kebutuhan yang lebih urgen.

“Yang mau jual mobil makin banyak, tapi yang mau beli justru turun. Salah satu faktornya karena DP minimum dan bunga kredit tahun ini lebih tinggi dibanding 2024,” jelasnya. 

Dari sisi jenis kendaraan, MPV dan SUV masih mendominasi baik di pasar mobil baru maupun bekas, disusul hatchback dan sedan. Sementara itu, mobil listrik (EV) dan hybrid mulai menunjukkan pertumbuhan, meski porsinya masih kecil. 

“Di pasar mobil bekas, penetrasi hybrid naik dari 0,9% ke 1,8%, sedangkan EV naik dari 0,6% ke 1,1%. Kenaikan ini didominasi wilayah perkotaan seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya,” tutur Agung. 

Ia menambahkan, dari sisi merek, Toyota dan Honda masih memimpin pangsa pasar mobil bekas di OLX, disusul Suzuki, Daihatsu, dan Nissan. Model seperti Avanza, Brio, dan CR-V tetap menjadi pilihan populer di segmen ini.

Agung juga membeberkan bahwa ada kesenjangan antara pertumbuhan pendapatan rumah tangga dan kenaikan harga kendaraan.

“Sejak 2019, pendapatan rumah tangga hanya naik sekitar 7,2%, sementara harga mobil, baik baru maupun bekas naik lebih dari 20%. Jadi, wajar kalau keputusan membeli mobil kini lebih konservatif,” ungkapnya.

Meski demikain, sebagai pemain utama di pasar mobil bekas, OLX optimistis pasar mobil bekas tetap prospektif di jangka menengah, terutama jika harga kendaraan baru terus meningkat.

“Mobil bekas tetap jadi solusi rasional bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau,” pungkasnya.