Membaca Optimisme Mazda Indonesia Menjamu Pasar Otomotif 2026

Jum'at, 19/12/2025 12:10 WIB | Wilfrid Kolo
Salah satu SUV Mazda yang menawarkan kenyamanan berkendara berkelas
Salah satu SUV Mazda yang menawarkan kenyamanan berkendara berkelas

mobilinanews (Jakarta) - PT Eurokars Motor Indonesia sebagai ATPM Mazda di Indonesia optimis menghadapi tahun 2026. Mereka melihat akan ada pemulihan secara bertahap yang membawa pertumbuhab pada pasar otomotif.

Pihak Mazda Indonesia menilai, pada semester pertama diperkirakan pasar otomotif masih stabil, sementara akselerasi pertumbuhan dapat terjadi pada semester kedua.

Pemulihan ini memerlukan prasyarat seperti stabilitas sosial, birokrasi yang memudahkan, kompetisi industri yang positif, dan sinergi lintas ekosistem.

“Kurva daya beli diharapkan kembali naik. Dengan ekosistem yang sehat dan kolaboratif, industri ini akan menemukan momentum-nya,” ujar Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio di Jakarta beberapa waktu lalu.

Untuk menjaga relevansi di tahun 2026, Mazda akan menerapkan strategi segmentasi yang lebih presisi, membidik konsumen yang mengutamakan kenyamanan berkendara. 

Sebagai produsen yang memberikan produk yang personal, mereka fokus pada individu yang selalu bangga terhadap desain dari mobil yang dimiliki, serta menghargai nilai emosional dalam kepemilikan kendaraan. 

Mazda juga memperkuat kapabilitas sales force agar lebih akurat mengidentifikasi karakter konsumen-nya.

Selain penyempurnaan strategi segmentasi, di tahun 2026 mendatang, Mazda juga akan meluncurkan beberapa model baru, mayoritas SUV, selaras dengan kebutuhan pasar Indonesia yang menekankan utilitas dan kenyamanan.

Tidak hanya itu, Mazda juga menunjukkan komitmen investasi jangka panjang-nya melalui pembangunan Training Center baru untuk memperkuat ekosistem mulai dari penjualan hingga aftersales. 

Training Center ini adalah bukti investasi kami. Mazda hadir bukan hanya sebagai brand, tetapi sebagai ekosistem yang mendukung pengalaman pemilik dari awal hingga akhir,” tegas Ricky.

Melihat dinamika pasar saat ini, Mazda menempatkan diri bukan sekadar sebagai pemain otomotif, tetapi pembawa filosofi dan pengalaman.

Mereka yakin dengan kekuatan strateginya, karena memadukan nilai rasional seperti TOC dan aftersales dengan emotional value lewat desain dan driving experience, Mazda membangun keseimbangan yang semakin relevan bagi konsumen Indonesia.

Mazda meyakini masa depan industri otomotif Indonesia adalah perpaduan antara logika dan rasa, didefinisikan melalui kualitas produk, desain yang memiliki jiwa, dan pengalaman berkendara yang menciptakan hubungan emosional kuat dengan pengendara.