mobilinanews (Jakarta) - Meksiko akan memberlakukan tarif impor baru pada sejumlah negara pada tahun 2026. Salah satu negara yang terdampak adalah Cina.
Melansir laporan Carscoops, China akan menjadi salah satu negara yang paling terkena dampaknya dengan biaya tarif baru hingga 50 persen.
Tarif tersebut berdampak pada 1.463 produk termasuk mobil dan suku cadang mobil. Bulan lalu, Meksiko adalah pasar ekspor paling populer untuk kendaraan listrik Cina.
Negara tersebut mengimpor 19.344 unit, dengan peningkatan 2.367 persen dibandingkan tahun lalu. Angka tersebut kemungkinan akan segera turun karena Kongres Meksiko menyetujui tarif baru yang tinggi awal bulan ini.
Reuters melaporkan langkah tersebut menargetkan negara-negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan negara Meksiko.
Negara lain yang terdampak adalah negara Asia termasuk India, india, Thailand, dan Korea Selatan. Namun, China menjadi sorotan karena menjadi salah satu mitra dagang terbesar Meksiko.
Meskipun sebagian besar tarif impor ditetapkan pada 35 persen, tarif untuk Cina dilaporkan mencapai 50 persen. Tarif ini akan berlaku untuk 1.463 produk termasuk mobil dan suku cadang mobil.
Barang-barang lainnya termasuk sepeda motor, trailer, pakaian, plastik, baja, dan peralatan rumah tangga. Tarif juga akan berdampak pada impor aluminium, sepatu, produk kertas, dan furnitur.
Kementerian Ekonomi Meksiko baru-baru ini mencatat bahwa tarif tersebut akan berlaku mulai Hari Tahun Baru dan dirancang untuk melindungi sekitar 350.000 pekerjaan di negara tersebut di sektor-sektor sensitif seperti alas kaki, tekstil, pakaian, baja, dan otomotif.
Mereka selanjutnya mengklaim bahwa tarif tersebut akan memperbaiki distorsi perdagangan dan memperbaiki “ketergantungan yang tinggi pada impor.”
Langkah ini telah membuat sejumlah negara yang terdampak geram. Namun kementerian Meksiko tidak bergeming.
Otoritas mereka mengatakan bahwa modifikasi tarif adalah langkah komersial dan ekonomi yang bertujuan untuk menguntungkan rakyat Meksiko. Bagi mereka, langkah ini fair, karena tidak ditujukan kepada negara tertentu.
Menanggapi kebijakan itu, Kementerian Perdagangan Cina mengatakan bahwa biaya tarif baru tersebut akan sangat merugikan mereka, serta mitra dagang lain yang terdampak.
Untuk itu, mereka mendesak pemerintah Meksiko untuk mengkaji ulang dan memperbaiki praktik unilateralisme dan proteksionisme yang dianggap berlebihan.
Sejauh ini, otoritas Cina belum mengambil langkah konkret, selain mengeluarkan pernyataan yang keras. Tetapi tarif tersebut diperkirakan akan menghasilkan tambahan $3,76 miliar untuk Meksiko.