Mobilinanews (Spanyol) - Alex Marquez dari tim Gresini memang berhasil meraih kemenangan pada seri putaran keempat MotoGP 2026 yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol akhir pekan kemarin. Namun, catatan emas juga terukir bagi Aprilia Racing.
Pabrikan asal Noale ini sukses menunjukkan taringnya di tanah Spanyol dengan menempatkan empat motor RS-GP di jajaran enam besar, sebuah pencapaian yang menegaskan konsistensi teknis mereka di level tertinggi MotoGP.
Bintang utama akhir pekan ini tak lain adalah Marco Bezzecchi. Pembalap Italia tersebut tampil solid dan berhasil mengamankan podium kedua. Keberhasilan ini bukan sekadar tambahan trofi, melainkan sebuah torehan sejarah baru.
Ya, Marco Bezzecchi, rider berusia 27 tahun itu resmi menjadi pembalap pertama di kelas premier sejak tahun 2016 yang mampu meraih empat podium berturut-turut dalam empat balapan pembuka musim.

Marco Bezzecchi #72 - Aprilia Racing (Foto: Aprilia)
Selain itu, raihan ini menjadi hasil terbaik bagi rider bernomor start #72 tersebut maupun Aprilia di sirkuit Jerez, melampaui rekor podium ketiga yang sebelumnya dicetak Aleix Espargaro pada 2022 lalu.
Meski tampil dominan, Bezzecchi mengakui bahwa perjuangan di lintasan sangatlah menguras energi. Ia menyatakan telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya sepanjang akhir pekan.
“Saya memberikan segalanya akhir pekan ini, namun sayangnya itu belum cukup untuk memperebutkan kemenangan. Selama balapan, saya berhasil meningkatkan dan menjaga ritme yang kompetitif,” terangnya dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
“Bagaimanapun, saya puas. Tim melakukan pekerjaan luar biasa seperti biasanya dan saya berterima kasih kepada mereka. Sekarang kami akan menatap sesi tes selanjutnya,” ujar Bezzecchi dengan nada optimis.
Performa impresif juga ditunjukkan oleh Jorge Martin. Memulai balapan dari posisi kesepuluh yang kurang menguntungkan, Martíin melakukan start eksplosif yang membawanya langsung ke barisan depan hingga akhirnya finis di posisi keempat.

Jorge Martin #89 - Aprilia Racing (Foto: Aprilia)
Meski berhasil menyamai hasil terbaiknya di trek Andalusia tersebut, Martin mengungkapkan adanya kendala teknis terkait daya cengkram ban belakang yang menghambatnya untuk memburu podium.
“Start saya sangat bagus. Saya mencoba mengatur ban, tetapi sejak lap awal, perasaan dengan bagian belakang tidaklah maksimal, saya kekurangan grip baik saat pengereman maupun akselerasi,” jelasnya.
“Dalam kondisi apapun, saya mencoba memberikan seratus persen di balapan ini. Saya tidak sabar menunggu tes hari Senin untuk terus melangkah maju,” ungkap Martin mengenai kendala mekanis yang dihadapinya.
Kesuksesan Aprilia semakin lengkap dengan performa gemilang dari tim satelit Trackhouse yang diperkuat oleh Ai Ogura dan Raul Fernandez, yang masing-masing menyentuh garis finis di posisi kelima dan keenam.


Ai Ogura #73 dan Raul Fernandez #25 - Trackhouse Aprilia (Foto: Trackhouse)
Sayangnya, catatan positif ini sedikit ternoda oleh mundurnya pembalap wild card Lorenzo Savadori pada lap ketujuh akibat kondisi fisik yang belum pulih total pasca insiden di laga sprint race sebelumnya.
Namun demikian, hasil kolektif yang di hingga seri ke-4 MotoGP 2026 ini membuktikan bahwa paket aerodinamika dan mesin V4 milik Aprilia pada motor terbarunya RS-GP26 kini sangat kompetitif di berbagai karakteristik lintasan.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyambut hasil ini sebagai bukti ketangguhan mental tim. Menurutnya, keberhasilan bangkit dari hasil kualifikasi dan sprint yang mengecewakan adalah sinyal kuat bahwa Aprilia telah mencapai kematangan teknis.
“Ini adalah hari Minggu di mana kami menunjukkan konsistensi yang hebat dengan empat Aprilia di enam posisi teratas. Aspek yang paling positif adalah melihat bahwa kami tidak berkecil hati setelah hari Sabtu yang buruk di mana segala hal bisa terjadi,” paparnya.
“Akan tetapi, hal ini memberi kami kekuatan lebih untuk menghadapi balapan mendatang dengan kesadaran bahwa jika kami bekerja setiap hari mencari hasil maksimal, maka kami akan mencapainya,” pungkas Rivola.
Kini, seluruh kru mekanik dan pembalap langsung mengalihkan fokus pada sesi tes resmi. Data telemetri dari balapan Jerez ini akan menjadi kunci penting dalam pengembangan komponen baru guna mempertahankan momentum kemenangan di seri-seri berikutnya.