F1 2026 Tes Bahrain: Max Verstapen Kritik Mobil F1 Seperti Formula E Pakai Doping, Ini Komentar Pedas Lando Norris

Minggu, 15/02/2026 22:19 WIB | Rulin purba
Lando Norris dan Max Verstappen, tadinya bersahabat, kini berseberangan. (Foto: autohebbo)
Lando Norris dan Max Verstappen, tadinya bersahabat, kini berseberangan. (Foto: autohebbo)

mobilinanews (Bahrain) - Regulasi besar F1 tahun ini mengundang pendapat berbeda dari sejumlah pembalap. Positif dan negatif. Yang paling negatif dan menohok adalah komentar blak-blakan Max Verstappen.

Joki tim Red Bull Ford itu hanya tercepat kelima dalam tiga hari tes pra musim pertama  Bahrain pada 11-13 Februari lalu. Lebih lambat 1,6 detik dari Mercedes dan setengah detik dari Ferrari.

Dalam tes itu rata-rata tim tidak memfokuskan catatan waktu per lap. Keandalan mesin dan komponen penunjang lainnya lebih diprioritaskan. 

Tapi, bukan karena dikalahkan rival itu Verstappen merasa tak nyaman dengan perubahan regulasi. Khususnya penggunaan 50% energi listrik dan 50% lainnya bahan bakar berkelanjutan.

"Ini bukan lagi mobil F1. Ini Formula E steroid," kata pemegang 4 gelar dunia itu memberi gambaran mobil balap listrik yang ditambahkan doping.

Sebagai pembalap yang mengejar kecepatan, Verstappen mengakui tak nyaman dengan perubahan regulasi ini.

Pernyataan itu langsung dihubungkan dengan pernyataan lain yang beberapa kali diucapkan Verstappen, yakni potensinya mundur dari F1 jika tak lagi menikmati balapannya. Juga dikaitkan dengan kenyataan bahwa dalam tiga tahun terakhir pembalap Belanda itu memberikan antusiasmenya untuk balap endurance.

Selain punya tim sendiri, ia juga lomba di lintasan ketahanan mobil GT3. Untuk tahun ini penyelenggara Nurburgring 24 Hours bahkan  mengubah jadwal agar Verstappen bisa ikut berlomba jika dia mau.

Tak pelak komentar Verstappen langsung dapat tanggapan dari berbagai pihak. Media motorsport.com, misalnya, menyebut kalau para petinggi Liberty Media sebagai pemegang hak komersial F1 langsung gelisah dengan sikap pembalap sekaliber Verstappen. Ada kekhawatiran gairah fans yang sedang tumbuh justru merosot karena persepsi F1 sekarang ini tak sahebat tahun lalu.

Juara dunia 2005-2006 Fernando Alonso (Aston Martin) mengaku bisa memahami kekecewaan Verstappen.  Tak lain karena regulasi sekarang ini membuat kecepatan mobil menurun 50 km/jam di area tikungan cepat (fast corner) guna mengisi ulang baterai sebelum masuk lintasan lurus yang panjang.

Beda dengan juara dunia bertahan Lando Norris (McLaren) yang tahun lalu menjegal peluang Verstappen meraih gelar kelima..Dari segi catatan waktu, Norris yang tadinya adalah sahabat karib Verstappen,  juga kalah dari Mercedes dan Ferrari. Tapi, ia mengakui secara keseluruhan sangat menikmati perubahan regulasi.

"Jika ia tak lagi enjoy dan ingin pergi maka ia bisa ambil pensiun," katanya lewat media F1oversteer. 

Tapi, bisa dimaklumi kenapa Norris bilang begitu. Tak lain karena MCL40-nys membawa mesin Mercedes.

Direktur Teknik Red Bull Pierre Wache pun turut mengomentari komentar pembalapnya. Katanya, bukan tanggung jawabnya untuk membantu Verstappen merasa enjoy dengan perubahan regulasi ini.

"Tugas utama kami adalah membuat mobil kencang untuk ia kendarai."

Tes kedua Bahrain berlangsung 18-20 Februari. Tinggal tunggu hasil, apakah pasukan Wache bisa membuat RB22 sekencang yang diinginkan Verstappen agar kembali mendapatkan kenikmatan di kokpit RB22. (r)