mobilinanews (Jakarta) – Bagi Anda yang terbiasa dengan tuas mekanikal di bawah kolom setir untuk mengatur posisi mengemudi, bersiaplah untuk terpukau (atau mungkin sedikit bingung). Di ajang IIMS 2026, XPENG Indonesia resmi memperkenalkan The Next P7, sebuah suksesor yang membawa konsep Future Technology ke level yang lebih intim.
Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian adalah hilangnya tombol atau tuas fisik untuk pengaturan setir tilt dan telescopic. Semuanya kini dikendalikan oleh "otak" digital.
XPENG P7 mengusung pendekatan minimalis yang ekstrem. Tidak ada lagi gundukan tombol di sisi kursi atau tuas di bawah setir. Berikut adalah alur pengaturannya:
Melalui Center Display: Semua dimulai dari layar utama. Anda perlu masuk ke menu Vehicle Setting, lalu pilih opsi Driving.
Kontrol Terintegrasi: Di menu ini, XPENG menyatukan semua konfigurasi berkendara—mulai dari ketinggian suspensi hingga respons rem.
Switch Dial Serbaguna: Begitu menu pengaturan setir dipilih, fungsi tombol switch dial pada palang setir akan berubah secara dinamis. Anda cukup memutar dial tersebut untuk memajukan, memundurkan, atau menaik-turunkan posisi setir.
Yang menarik, tombol switch dial ini adalah "pemeran utama" di interior XPENG P7. Selain untuk setir, tombol yang sama juga digunakan untuk mengatur kaca spion kiri dan kanan. Ini adalah bentuk efisiensi desain yang sangat kuat, meski bagi sebagian pengemudi konvensional, hal ini mungkin terasa kurang praktis di awal.
Walaupun terlihat futuristik, XPENG tetap menyematkan fitur Memory Position. Jadi, setelah Anda menemukan posisi "pewe" yang pas, sistem akan menyimpannya sehingga Anda tidak perlu repot utak-atik layar setiap kali masuk ke mobil.
Langkah XPENG ini menegaskan bahwa mobil masa depan bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan gadget raksasa yang berjalan. Penghilangan tombol fisik memang memberikan kesan kabin yang bersih dan mewah, namun ia menuntut kurva pembelajaran baru bagi penggunanya.
Bagi generasi yang tumbuh dengan smartphone, transisi ini mungkin terasa alami. Namun, bagi mereka yang mengutamakan kecepatan akses "sekali klik" tanpa menatap layar, teknologi ini jelas butuh pembiasaan ekstra.