mobilinanews (Jakarta) – Kabar tentang Mercedes-Benz "Baby" G-Class memang selalu menarik untuk diikuti, apalagi buat kamu yang mendambakan aura gagah G-Wagon tapi merasa versi orisinalnya terlalu intimidatif (baik secara ukuran maupun harga).
Berikut adalah rangkuman esensial mengenai rumor sang "Baby G" yang digadang-gadang bakal jadi pesaing serius di kelas SUV kompak premium.
Desain: Tetap "Boxy" dan Berkarakter
Meskipun menyandang gelar "Baby", mobil ini diprediksi tidak akan kehilangan jati dirinya. Berdasarkan rendering terbaru, Mercedes-Benz nampaknya tetap mempertahankan siluet ikonik yang serba kotak.
Wajah Tegas: Garis desain yang kaku dan maskulin khas G-Class tetap dipertahankan.
Spatbor Menonjol: Memberikan kesan lebar dan stabil meski dimensinya lebih ringkas.
DNA Sang Kakak: Estetika timeless dari G-Wagon akan tetap mengalir, membuatnya tetap terlihat mewah sekaligus tangguh di jalanan kota.
Dimensi: Seukuran Suzuki Jimny?
Ini adalah poin yang paling banyak diperbincangkan. Motor1 menyebutkan bahwa mobil ini mungkin akan memiliki vibe yang mirip dengan Suzuki Jimny dalam hal proporsi.
Namun, perlu dicatat bahwa sebagai Mercedes-Benz, "Baby G" kemungkinan besar akan sedikit lebih lebar dan menawarkan interior yang jauh lebih mewah. Fokus utamanya adalah perkotaan, namun tetap punya nyali untuk diajak melibas jalur light off-road.
Platform dan Performa: Bukan Sasis Tangga
Berbeda dengan G-Class standar yang menggunakan sasis ladder frame (sasis tangga) yang berat, versi mungil ini diprediksi akan lebih "manusiawi" untuk dikendarai sehari-hari:
FiturPrediksi Spesifikasi
PlatformBerbagi arsitektur dengan model GLC (Unibody).
KenyamananLebih stabil untuk kecepatan tinggi dan manuver di tikungan dibanding sasis tangga.
Prediksi MesinHybrid (Mild Hybrid/PHEV) atau EV murni.
Estimasi DebutTahun 2027.
Dilema Dapur Pacu: Listrik atau Bensin?
Awalnya, proyek ini digadang-gadang sebagai SUV full electric (EV). Namun, melihat tren pasar global yang mulai melambat terhadap kendaraan listrik murni, Mercedes-Benz kemungkinan besar akan bermain aman dengan menyediakan opsi:
Mesin Bensin Hybrid: Untuk mengakomodasi pasar yang belum siap beralih ke listrik total.
Plug-in Hybrid (PHEV): Kombinasi performa instan listrik dengan kepraktisan bensin.
Diesel: Terutama untuk pasar Eropa yang masih mencintai torsi besar khas mesin diesel.
"Baby G" bukan sekadar versi mini dari G-Wagon, melainkan upaya Mercedes-Benz untuk membawa gaya hidup adventure ke segmen yang lebih luas. Jika kamu mencari mobil dengan prestise setinggi langit namun tetap praktis untuk parkir di mall atau menembus kemacetan, mobil ini layak masuk daftar tunggu kamu di 2027.