Bukan Baterai Mobil: Power Bank Jadi Biang Keladi Terbakarnya BYD Seal di Hong Kong

Selasa, 10/03/2026 15:35 WIB | Ade Nugroho
 BYD Seal
BYD Seal

 

mobilinanews (Jakarta) – Baru-baru ini, sebuah insiden kebakaran yang melibatkan sedan listrik BYD Seal di Jalan Tuen Mun, Hong Kong (3 Maret 2026), sempat memicu perdebatan hangat di jagat maya. Di tengah sentimen publik yang seringkali skeptis terhadap keamanan kendaraan listrik (EV), banyak yang langsung menunjuk paket baterai sebagai tersangka utama.

Namun, hasil investigasi teknis justru mengungkap realitas yang berbeda dan menjadi peringatan penting bagi kita semua: benda kecil di atas jok-lah yang memicu petaka.

Kronologi Kejadian

Insiden terjadi sekitar pukul 14.01 waktu setempat saat mobil sedang melaju menuju Hung Shui Kiu. Api muncul secara tiba-tiba di area kabin, memaksa pengemudi perempuan untuk segera menepi dan keluar sebelum api membesar. Beruntung, petugas pemadam kebakaran berhasil menguasai keadaan dalam waktu kurang dari 20 menit.

Hasil Investigasi: Kegagalan pada Perangkat Portabel

Setelah pemeriksaan mendalam di pusat layanan resmi BYD, dikonfirmasi bahwa sistem tegangan tinggi dan mekanis kendaraan berfungsi normal. Sumber api bukan berasal dari sistem penggerak mobil, melainkan dari sebuah power bank yang tertinggal di kursi penumpang.

Perangkat pengisi daya portabel tersebut diduga mengalami thermal runaway atau korsleting, yang kemudian menyulut material interior kabin. Meski suhu di dalam kabin mencapai titik ekstrem hingga melelehkan komponen plastik dan kaca, struktur utama kendaraan tetap solid.

Mengapa Baterai Mobilnya Tidak Ikut Meledak?

Satu hal yang menarik dari insiden ini adalah ketangguhan Blade Battery (berbasis LFP) milik BYD yang tetap utuh meski "dipanggang" api dari dalam kabin. Ada dua alasan teknis di balik fenomena ini:

  1. Stabilitas Kimia LFP: Baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) memiliki ambang batas eksotermik (titik di mana ia mulai menghasilkan panas sendiri) di atas 500°C. Sebagai perbandingan, baterai jenis NMC (Nickel Manganese Cobalt) biasanya sudah mulai bereaksi pada suhu sekitar 200°C.

  2. Struktur Honeycomb: Desain sasis dan pelindung aluminium berbentuk sarang lebah pada baterai berfungsi sebagai penghalang panas (heat shield), mencegah api dari kabin merambat ke sel baterai di bawah lantai.

Pelajaran Penting bagi Pemilik Kendaraan

Kejadian ini menjadi pengingat bagi pengemudi dewasa untuk lebih waspada terhadap barang bawaan yang mengandung baterai lithium-ion kecil (seperti power bank, vape, atau laptop).

Kabin mobil yang tertutup, ditambah paparan sinar matahari langsung, dapat menciptakan efek rumah kaca yang meningkatkan suhu secara drastis. Baterai kualitas rendah atau yang sudah berumur sangat rentan mengalami gagal fungsi dalam kondisi panas tersebut.

Tips Keamanan:

  • Hindari meninggalkan power bank atau perangkat elektronik di bawah sinar matahari langsung atau di atas jok.

  • Pastikan perangkat elektronik Anda memiliki sertifikasi keamanan yang jelas.

  • Jika harus meninggalkan perangkat di mobil, simpan di area yang lebih sejuk seperti laci dasbor (glove box) atau di bawah kursi yang tidak terkena matahari langsung.