Crosser Ducati Diva Ismayana Hancurkan Ambisi KTM di Kejurnas Motocross 2026 Sumedang!

Senin, 15/06/2026 22:35 WIB | bagas
Diva Ismayana #26 - Ducati MX Team Indonesia (Foto: Ducati Indonesia)
Diva Ismayana #26 - Ducati MX Team Indonesia (Foto: Ducati Indonesia)

Mobilinanews (Sumedang) - Sirkuit Cambora di Sumedang, Jawa Barat menjadi saksi bisu keperkasaan Ducati MX Team Indonesia dalam lanjutan seri putaran ke-3 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motocross 2026.

Ya, tim pabrikan ini menyapu bersih podium tertinggi lewat performa dari sang pembalap andalan, Diva Ismayana yang sukses mencetak poin sempurna setelah mendominasi seluruh rangkaian balapan, mulai dari sesi kualifikasi hingga dua balapan utama.

Sejak bendera start Race 1 dikibarkan pada hari Minggu, Diva langsung melesat memimpin jalannya balapan di barisan terdepan. Tekanan awal sempat datang dari kroser asal Thailand, Witsarut Salangam, yang kebetulan juga memacu motor Ducati Desmo450 MX. 

Namun, tensi balapan tampak semakin memuncak di paruh kedua ketika salah satu pembalap motor KTM, Delvintor Alfarizi berhasil mengambil alih posisi kedua dan mulai mengikis jarak dengan Diva.

Berkat ketenangan dan ritme balap yang presisi, Diva sukses meredam ambisi rivalnya tersebut hingga menyentuh garis finis pertama. Sementara di sisi lain, rekan setimnya, Hilman Maksum, harus puas mengamankan posisi keempat.

Drama sesungguhnya baru tersaji pada Race 2, dimana atmosfer sirkuit berubah menjadi sangat riuh oleh sorak-sorai penonton. Diva kembali memimpin, tetapi kali ini Delvintor Alfarizi menempel ketat di belakangnya sepanjang balapan.

Upaya overtake berulang kali dilancarkan oleh Delvintor dari berbagai sudut tikungan, namun ketangguhan Ducati Desmo450 MX milik Diva selalu berhasil keluar tikungan dengan akselerasi yang lebih cepat.

Puncaknya terjadi di tikungan terakhir menjelang garis finis, saat Delvintor melakukan manuver agresif pamungkas. Lewat kematangan mentalnya, Diva berhasil mematahkan serangan tersebut dan mengunci kemenangan ganda yang dramatis.

Perjuangan tidak kalah heroik juga ditunjukkan oleh Hilman Maksum di Race 2. Mengawali balapan dengan start yang buruk hingga terlempar ke barisan belakang, Hilman perlahan tapi pasti merangkak naik.

Meski harus menahan rasa sakit akibat kram tangan di tengah kepungan pembalap tangguh seperti Farhan Hendro dan Muhammad Excel, Hilman secara luar biasa kembali mengamankan posisi keempat, melengkapi torehan total 36 poin bagi timnya.

“Saya sangat bersyukur bisa meraih kemenangan sempurna di Qualifying Race, Race 1, dan Race 2 tentu bukan hal yang mudah karena persaingan sangat ketat,” ungkap Diva Ismayana dalam keterangannya kepada Mobilinanews, Senin (15/6/2026).

“Delvintor dan Witsarut terus memberikan tekanan hingga lap terakhir, terutama di Race 2. Saya hanya berusaha tetap tenang, fokus dengan strategi yang sudah disiapkan tim, dan memaksimalkan performa Ducati Desmo450 MX sampai garis finis,” sambungnya.

Sementara itu, di sisi lain paddock, meskipun belum berhasil menembus tiga besar, Hilman Maksum tetap memetik pelajaran berharga dari akhir pekan yang melelahkan ini demi evaluasi untuk seri putaran selanjutnya.

“Dua kali finis di posisi keempat memang belum sesuai target, tetapi saya melihat banyak hal positif dari balapan kali ini. Di Race 2 saya harus berjuang dari posisi belakang setelah start yang kurang maksimal, namun perlahan saya coba kejar,” tegasnya.

“Saat balapan, saya sempat mengalami keram di tangan, mungkin karena saya kurang enjoy, kurang rileks, dan terlalu tegang, namun saya tetap berusaha konsisten dan akhirnya bisa finis di posisi empat,” ungkap Hilman secara terbuka.

Bagi manajemen, pencapaian gemilang di Sumedang ini bukan sekadar selebrasi, melainkan sebuah pembuktian terhadap visi besar yang mereka bangun. Johny Pranata, Team Manager Ducati MX Team Indonesia menegaskan filosofi jangka panjang dari tim ini.

"Bagi kami, kemenangan di Sumedang ini bukan sekadar soal meraih podium tertinggi. Yang lebih penting adalah membangun sebuah standar bahwa Ducati MX Team Indonesia hadir dengan budaya kerja, persiapan, dan mentalitas juara,” terangnya.

“Kami sedang membangun sebuah program jangka panjang, yang mampu menjadi tolok ukur profesionalisme dan performa di motocross Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa Ducati Desmo450 MX dapat bersaing di level tertinggi secara konsisten," pungkas Johny.