mobilinanews (Italia) - Timnas Italia gagal ke putaran akhir Piala Dunia 2026. Italiano kecewa. Tapi, komunitas sport Italia tetap punya kebanggaan luar biasa.
Bangga karena dua pembalap Italia saat ini memimpin dua kejuaraan balap dunia paling prestisius. Momen yang sepertinya belum pernah terjadi.
Andrea Kimi Antonelli saat ini memimpin perhuruan gelar juara dunia F1 2026 pada usia yang masih 19 tahun sekaligus menghabiskan diri sebagai pole sitter F1 termuda sepanjang sejarah. Ia memimpin klasemen sementara dengan total poin 72 dari 3 seri balap yang sudah dihelat. Ia unggul 9 poin atas rekan satu timnya di Mercedes, George Russell.
Di kancah MotoGP, joki Aprilia Marco Bezzecchi, juga memimpin klasemen MotoGP tahun ini dengan koleksi 81 poin. Unggul 4 angka atas rekan setimnya juga di Aprilia, Jorge Martin. Juga setelah melewati 3 seri kompetisi awal 2026.
Keduanya kandidat juara dunia. Dan mereka bertemu di markas VR46 milik Valentino Rossi di Tavuila, Italia, dalam momen yang spesial, yakni merayakan Paskah bersama.
Kimi yang tinggal di Bologna mendatangi skuad The Doctor di dekat San Marino. Kimi pun bertemu, foto bareng Rossi dan Bezzecchi dan mengunggahnya lewat instagram pribadinya.
Ia tak menjelaskan maksud kunjungannya ke ranch VR46. Yang jelas, Kimi tak pernah terlibat dengan balap motor karena sejak usia 8 tahun ia hanya berkompetisi di lintasan gokart, Formula yunior hingga sampai di kancah F1 pada usia 17 tahun. Ia juga bukan penggemar motor seperti banyak driver F1 seperti Lewis Hamilton, Charles Leclerc dan Pierre Gasly.
Maka tak heran kalau Kimi tak ikut turun di arena balap Tavuilla. Seperti ditulis motorsport Italia, Kimi hanya menonton saat The Doctor, Bezzecchi dan para pembalap didikan Rossi lainnya adu kencang tampil di trek motokros.
Bisa jadi kunjungan pribadi Kimi ke Tavuilla adalah silaturahmi kepada Rossi pada momen Paskah kemarin. Kebetulan kompetisi F1 dan MotoGP tengah libur panjang akibat pembatalan seri balapan di wilayah Timur Tengah yang sedang dilanda perang.
Yang jelas, Rossi yang belakangan ini juga ikut kompetisi balap mobil, adalah pendukung fanatik Kimi. Ia sangat antusias menyemangati Kimi untuk menjadi juara dunia F1 asal Italia setelah kali terakhir diraih Mario Andretti pada 1978.
Soal gelar itu Kimi berkomentar seusai GP Jepang kalau terlalu jauh untuk membahas peluangnya saat ini.
"Masih ada 19 balapan di depan, tapi tentu tujuan tim kami ke sana'" katanya kepada F1.
Bezzecchi pun mengaku tak ingin terbebani oleh perburuan gelar itu. Ia hanya ingin fokus mempertahankan konsistensi performa RS-GP yang telah menang lima kali beruntun sejak akhir tahun lalu. Dan, dalam pandangannya Marc Marquez (Ducati) sama sekali belum bisa diabaikan dalam perburuan gelar. (r)