Mobilinanews (Jepang) - Aspal Sirkuit Autopolis di Prefektur Oita, Jepang, menjadi saksi bisu gebrakan awal pembalap andalan Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI), Jordan Johan, pada akhir pekan lalu (4-5/4/2026).
Memasuki musim balap 2026, TGRI resmi meluaskan jangkauannya ke kancah internasional melalui ajang bergengsi Toyota Gazoo Racing GR86/BRZ Cup Seri ke-1 lewat Jordan Johan yang telah mengabdi bersama TGRI sejak 2021.
Meski selama beberapa tahun terakhir identik dengan kemudi Toyota Agya di lintasan slalom dan touring domestik, Jordan tidak butuh waktu lama untuk menjinakkan karakter agresif dari Toyota GR86.
Bertarung di kategori Clubman Series yang diikuti oleh 25 pembalap kompetitif, ia langsung mengamankan posisi ke-7, membuktikan kapasitasnya bukan sekadar jago kandang, melainkan talenta yang siap bersaing di level global.

Performa Jordan semakin mencolok saat ia berhasil mencatatkan Fastest Lap of the Race pada sesi pembuka, sebuah pencapaian teknis yang membuktikan efektivitas adaptasi mekanis dan intuisi balapnya di lintasan yang asing.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi besar perusahaan dalam membina talenta lokal di kancah motorsport international.
Menurutnya, salah satu fungsi utama hadirnya TGRI adalah untuk memberikan kesempatan kepada para pembalap muda melangkah lebih jauh ke tingkat internasional yang lebih kompetitif sebagai jenjang karir baru sekaligus menimba ilmu dan pengetahuan motorsport.
“Kami berharap debut TGRI di event Toyota Gazoo Racing GR86/BRZ Cup 2026 Clubman Series dapat menyumbangkan prestasi yang membanggakan bagi Toyota dan Indonesia,” ungkapnya dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Secara teknis, ajang One Make Race (OMR) ini mengadu ketangguhan dari Toyota GR86 dan Subaru BRZ yang telah dimodifikasi menjadi spesifikasi race-ready alias dirancang ulang sedemikian rupa khusus sebagai kendaraan balap.

Kendaraan ini dibekali mesin 2.400 cc boxer standar namun diperkuat dengan komponen penunjang performa tinggi seperti roll cage demi keamanan, suspensi adjustable untuk stabilitas manuver, serta sistem pendingin oli tambahan.
Penyaluran tenaga ke roda belakang dioptimalkan melalui Limited Slip Differential (LSD) dan sistem pengereman yang telah ditingkatkan durabilitasnya. Dengan regulasi mesin yang seragam, kemenangan murni bergantung pada presisi set-up dan keahlian pengemudi.
Seri pembuka di Autopolis menjadi ajang krusial bagi TGRI untuk menyelaraskan komunikasi antara pembalap dengan tim teknisi pendukung serta memahami regulasi balap di Negeri Sakura yang sangat ketat.
Jordan Johan dijadwalkan akan melakoni total tujuh seri penuh di berbagai sirkuit ikonik Jepang sepanjang tahun ini. Fokus utama tim saat ini adalah mengumpulkan data lap time untuk melakukan perbaikan berkelanjutan pada setiap seri berikutnya.
Hasil dari seri perdana ini memberikan sinyal positif bagi masa depan balap Indonesia di luar negeri. Jordan mampu mempertahankan ritme balap yang konstan dan berhasil menyentuh garis finis di posisi ke-7 dengan catatan waktu terbaik mencapai 2:14.106.

Ketajaman Jordan dalam mencari celah di tengah persaingan ketat membuktikan bahwa transisi dari mobil penggerak depan ke penggerak belakang (RWD) dengan tenaga yang lebih besar dapat dilakukan secara impresif.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Hiroyuki Oide juga menyatakan bahwa eksistensi TGRI sejalan upaya Toyota untuk dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung inisiatif positif Pemerintah Indonesia yang sedang mengembangkan motorsport.
“Eksistensi TGRI sejalan upaya Toyota untuk dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung inisiatif positif Pemerintah Indonesia yang sedang mengembangkan motorsport. Kami juga ingin pembalap TGRI dapat berbicara banyak di kompetisi internasional,” terangnya.
Sejalan semangat continuous improvement, TGRI berharap pengalaman di dunia balap dapat menjadi panduan menghadirkan ever-better cars dengan keandalan tinggi dan menyebarkan Excitement & Joy of GR kepada semua orang,” pungkas Oide.