mobilinanews (Jakarta) – Dunia otomotif global sedang bersiap menyambut kejutan baru dari Korea Selatan. Kia baru saja mengonfirmasi langkah ambisius untuk meluncurkan pikap kabin ganda (double cabin) teranyar yang dibangun di atas sasis body-on-frame alias sasis tangga. Menariknya, model ini dipastikan berbeda dari Kia Tasman yang sempat viral beberapa waktu lalu karena kemampuan off-road murninya.
Pikap terbaru ini tampaknya akan menjadi "senjata utama" Kia untuk menggempur pasar Amerika Utara, wilayah yang memang dikenal sebagai "kandangnya" truk pikap bertenaga besar.
Bukan Sekadar Hybrid Biasa
Informasi yang dihimpun dari investor dan media pusat Kia menunjukkan pergeseran strategi yang signifikan. Alih-alih mengandalkan mesin diesel konvensional, pikap ini diprediksi hanya akan mengusung mesin bensin yang dikombinasikan dengan dua opsi elektrifikasi: HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan yang paling mencuri perhatian, EREV (Extended Range Electric Vehicle).
Apa yang membuat teknologi EREV begitu istimewa untuk sebuah pikap pekerja keras?
Torsi Instan: Layaknya mobil listrik (EV) murni, EREV digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, memberikan torsi bawah yang sangat kuat—sangat krusial untuk mengangkut beban berat atau melibas tanjakan ekstrem.
Mesin Sebagai Generator: Mesin pembakaran internal (ICE) di dalamnya tidak memutar roda secara langsung, melainkan bekerja sebagai generator untuk mengisi daya baterai saat level energi mulai menipis.
Fleksibilitas Pengisian: Anda tetap bisa melakukan charging di SPKLU seperti mobil listrik biasa, namun tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah hutan atau lokasi tambang karena mesin bensin siap mengambil alih tugas pengisian daya.
Strategi Jangka Panjang dan Rivalitas
Langkah Kia ini merupakan respons cerdas terhadap pasar Amerika Serikat yang mulai melirik teknologi Range Extender sebagai solusi transisi sebelum benar-benar beralih ke EV murni. Rival berat seperti Ford pun dikabarkan tengah menggodok teknologi serupa untuk lini pikap mereka.
Rencananya, model EREV akan menyapa publik lebih dulu pada tahun 2029, disusul oleh varian Hybrid (HEV) konvensional setahun setelahnya, tepatnya pada 2030.
Sinergi dengan Hyundai "Boulder"
Rumor ini semakin kuat mengingat saudara satu grupnya, Hyundai, juga telah memperkenalkan mobil konsep Hyundai Boulder. Struktur sasis tangga yang digunakan pada Boulder disebut-sebut akan menjadi basis yang sama bagi pikap baru Kia ini.
Dengan beralihnya rencana dari pikap listrik murni (EV) ke EREV di Amerika Utara, Kia sepertinya ingin memastikan bahwa konsumen mereka tetap mendapatkan kepraktisan bahan bakar minyak tanpa harus kehilangan sensasi berkendara dan efisiensi teknologi masa depan.