Merayakan 7 Tahun Pertumbuhan, TransTrack Siap Ekpansi Asia Tenggara dan Timur Tengah

Kamis, 16/04/2026 09:35 WIB | Wilfrid Kolo
Petinggi TransTrack semringah merayakan perjalanan dan pencapaian perjalanan 7 tahunnya
Petinggi TransTrack semringah merayakan perjalanan dan pencapaian perjalanan 7 tahunnya

mobilinanews (Jakarta) - TransTRACK, perusahaan technology enabler yang fokus pada digitalisasi operasional armada, semakin mengkuhkan diri sebagai pemain utama dalam industri fleet intelligence dan supply chain integration di tingkat global. 

Menginjak usia 7 tahunnya, TransTRACKmengumumkan percepatan ekspansi ke Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Setelah ekspansi di Malaysia, Singapura, Australia, serta pasar utama Timur Tengah termasuk Arab Saudi dan Qatar, perusahaan kini menargetkan ekspansi lanjutan ke Vietnam dan Thailand, serta pasar Timur Tengah lainnya seperti Oman, Bahrain, dan Kuwait.

Saat ini, TransTRACK telah melayani lebih dari 1.500 klien dan beroperasi di Indonesia serta berbagai pasar internasional.

Dalam perjalanan inovasinya, mereka diakui sebagai salah satu dari tiga penyedia solusi fleet management terbesar di Asia Tenggara selama dua tahun berturut-turut berdasarkan laporan Berg Insight.

Menilik fleet management global yang diproyeksikan mencapai lebih dari USD 30 miliar pada 2026 dan tumbuh hingga lebih dari USD 120 miliar pada 2035, menurut Global Market Insights, TransTRACK menaruh optimisme berkibar lebih jauh.

Di kawasan Asia Tenggara, pasar masih berada dalam fase awal namun dengan pertumbuhan tinggi, sebagaimana disoroti dalam berbagai studi termasuk laporan Berg Insight menguatkan optimisme mereka.

TransTRACK melayani seluruh ekosistem rantai pasok, mencakup segmen B2B dan B2G, mulai dari pemilik kargo, operator armada, hingga institusi pemerintah, dengan solusi terintegrasi yang menghubungkan operasional logistik secara end-to-end.

Anggia Meisesari, Co-Founder & CEO TransTRACK, menyampaikan bahwa memasuki tahun ketujuh, kami melihat momentum yang sangat kuat untuk scale-up secara global, khususnya di Asia Tenggara dan Timur Tengah.

“Kebutuhan fleet intelligence yang tinggi dan kompleksitas operasional yang semakin meningkat. Fokus kami adalah menghadirkan solusi yang tidak hanya scalable secara global, tetapi juga deeply localized agar benar-benar relevan dan berdampak di setiap market,” ungkapnya.

Di tengah tekanan industri yang semakin kompleks, mulai dari inefisiensi operasional, konsumsi bahan bakar yang tidak optimal, hingga meningkatnya tuntutan regulasi dan ESG—adopsi teknologi menjadi semakin krusial.

Menjawab tantangan tersebut, TransTRACK menghadirkan platform fleet intelligence and compliance berbasis IoT, AI, robotics, dan data analytics yang memberikan visibilitas, kontrol, serta real-time operational intelligence terhadap armada dan aset.

Aris Pujud Kurniawan, Co-Founder & CTO TransTRACK, menyebutkan bahwa mereka fokus dalam  membangun platform yang bersifat hardware-agnostic dan integration-ready, sehingga dapat dengan mudah diimplementasikan di berbagai ekosistem yang sudah ada.

“Dengan dukungan AI-powered analytics seperti safety scoring, predictive maintenance, hingga carbon intelligence, kami membantu klien tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengelola risiko dan memenuhi tuntutan keberlanjutan,” sebutnya.

Bergerak beriringan dengan industri yang adaptif berbasis AI, real-time data, dan ESG accountability, mereka yakin dapat menjadi bagian dari perkembangan industri berbasis teknologi.

“Ke depan, fleet management bukan lagi soal tracking, melainkan bagaimana AI dan ESG data menjadi standar baru dalam menjalankan operasional industri,” lanjutnya.

Selain penguatan teknologi, kinerja bisnis TransTRACK juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Pada 2025, perusahaan mencatat pendapatan sekitar USD 45 juta, didukung model bisnis berbasis recurring revenuegross margin sekitar 73%, net margin sekitar 20%, serta tingkat churn yang rendah di angka 0,6%.