Rahasia NMax dan Aerox Turbo Rajai MAXi Drag Combat Sidrap, Teknologi YECVT Jadi Kunci!

Jum'at, 24/04/2026 09:07 WIB | bagas
MAXi Race 2026 (Foto: Yamaha)
MAXi Race 2026 (Foto: Yamaha)

Mobilinanews (Sidrap) - Sirkuit Puncak Mario, Sulawesi Selatan, mendadak bergemuruh pada 18-19 April 2026. Bukan sekadar mesin motor sport, kali ini panggung utama Yamaha Cup Race (YCR) Seri 1 justru diramaikan barisan skutik premium dalam ajang MAXi Race.

Kompetisi tersebut menjadi wadah inovatif bagi para pecinta kecepatan untuk merasakan langsung sensasi balap kompetitif melalui dua kategori utama yakni, MAXi Drag Combat dan MAXi GP.

Yamaha secara cerdik meramu ajang ini untuk membuktikan bahwa jajaran skutik mereka tidak hanya andal untuk mobilitas harian, tetapi juga memiliki performa teknis yang mumpuni di lintasan balap.

Melalui kurasi ketat dari Yamaha Riding Academy, sebanyak 344 starter tercatat memadati lintasan Drag Combat, sementara 37 starter lainnya bertarung dalam kategori GP yang lebih mengedepankan manuver teknik.

Rifki Maulana, Manager Public Relations, Yamaha Riding Academy & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), menjelaskan bahwa eksistensi MAXi Race adalah manifestasi dari identitas produk mereka.

Menurutnya, jajaran matik MAXi memiliki tiga nilai utama yakni Pride, Premium, dan Performance yang menggambarkan motor premium kencang kebanggaan penggunanya dengan DNA performa yang kuat.

“Melalui ajang MAXi Race (MAXi Drag Combat & MAXi GP) di Yamaha Cup Race, kami ingin memberikan experience sensasi keseruan fun race yang kompetitif dan memacu adrenalin,” terangnya mengutip keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa pembuktian MAXi Yamaha tidak hanya skutik harian tapi juga punya DNA Racing saat dijajal di sirkuit, di mana pecinta Yamaha bisa tampil di ajang yang kini telah menjadi bagian dari gaya hidup skutik premium.

“Pembuktian MAXi Yamaha tidak hanya skutik harian tapi juga punya DNA Racing saat dijajal di sirkuit. Pecinta Yamaha pun ambil bagian bukan hanya buat balapan saja tapi ikut tampil di ajang yang jadi bagian dari lifestyle terkini skutik premium,” sambungnya.

Dalam kategori MAXi Drag Combat, persaingan terbagi ke dalam enam kelas yang spesifik, mulai dari kelas terbuka untuk NMax, Aerox, hingga LEXi LX 155cc. Menariknya, tersedia pula kelas Dynamic yang melibatkan kategori KOL dan Media.

Salah satu fitur yang menjadi bintang di lintasan adalah teknologi YECVT pada Aerox Turbo. Bone Miolo, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa motor tersebut merupakan skutik sporty racing yang sangat cocok untuk drag race.

Hal itu karena akselerasi dan top speed yang maksimal berkat fitur YECVT yang menyediakan pilihan rasio CVT yang bisa disesuaikan untuk trek lurus. Ia juga memuji LEXi yang memiliki Power to Weight Ratio (PWR) yang sangat baik.

“Motor ini memang paten banget, sangat cocok buat drag race di sirkuit karena akselerasi dan top speed maksimalnya berkat fitur YECVT pada Aerox Turbo. Karena fitur itu menyediakan pilihan rasio CVT enteng dan juga yang panjang di trek lurus,” terangnya.

“Saya juga pakai LEXi di MAXi Drag Combat. Handling nyaman, tidak bikin capek karena bobot ringan sehingga akselerasi pun lebih responsif. Powernya sangat bertenaga karena PWR yang bagus. Selain itu juga mudah dikendalikan,” papar Bone.

Beralih ke kategori MAXi GP, tantangan yang disuguhkan jauh lebih kompleks karena menguji kestabilan motor saat melahap tikungan. Di kelas YCR5, para peserta menggunakan unit motor yang disediakan langsung oleh Yamaha.

Sementara itu, pada kelas Semi Pro dan Open 250cc keatas memberikan kebebasan bagi para pembalap profesional dan komunitas untuk menggunakan tunggangan pribadi mereka, namun tetap dengan syarat dan sesuai regulasi yang ditetapkan.

Rendy Yusman, yang berhasil menyabet gelar juara pertama di kelas YCR5 menggunakan NMax Turbo, mengakui keunggulan teknis motor tersebut dalam kondisi balap yang agresif, dari lap awal hingga akhir dengan performa dan akselerasi maksimal.

Ia mencatat bahwa posisi berkendara yang rileks memberikan stabilitas berkat ban lebar dan pengereman yang optimal dari sistem dual channel ABS serta dual disc brake. Kelincahan motor saat bermanuver juga  menjadi kunci utama kemenangan yang diraihnya.

“Fun banget race pakai NMax Turbo di Yamaha Cup Race Sidrap. Saya push dari lap awal sampai akhir. Performa dan akselerasi maksimal. Riding position rileks tapi tetap stabil didukung ban lebar,” ungkap Rendy.

“Cukup lincah di tikungan karena mudah dikendalikan dengan riding position yang nyaman. Pengereman maksimal karena dual disc brake dan dual channel ABS. Power kuat dan stabil pada kecepatan tinggi,” tambahnya.

Kendati demikian, kesuksesan di Puncak Mario ini barulah permulaan. Keseruan ajang balap MAXi Race dipastikan akan kembali hadir pada dua seri Yamaha Cup Race berikutnya di tahun 2026.

Ajang ini terus membuka kesempatan bagi konsumen, komunitas, hingga pembalap pro untuk membuktikan bahwa skutik premium Yamaha bukan sekadar kendaraan gaya hidup, melainkan mesin berperforma tinggi yang siap menaklukkan aspal sirkuit.