mobilinanews (Jakarta) - Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, radiator punya peran penting dalam menjaga kinerja mesin mobil baik bensin maupun diesel, termasuk pada Hybrid EV Toyota.
Masalahnya adalah suhu lingkungan yang tinggi kerap menyulitkan kerja radiator, bahkan memicu mesin overheat.
Lalu, apa saja faktor yang dapat menyebabkan radiator menjadi rusak?
Radiator Kotor dan Tersumbat
Umumnya, kemungkinan terbesar penyebab sirkulasi air radiator rusak adalah karena adanya penumpukan kotoran pada radiator.
Kotoran seperti endapan deposit yang terjadi pada saluran pipa pendingin dan partikel korosif pada radiator dapat menempel dan mengendap, sehingga membuat jalur sirkulasi terhambat.
Radiator dapat mengalami tersumbat biasanya disebabkan oleh penggunaan cairan radiator yang tidak tepat. Oleh karena itu, AutoFamily harus memilih cairan radiator yang sesuai dengan mesin mobil.
Water Pump Rusak
Kerusakan pada water pump umumnya terletak pada bagian kipas (impeller) yang sudah mengalami korosi atau retak, selain itu seringkali terjadi kebocoran pada water pump sehingga menyebabkan jumlah air pendingin menjadi berkurang.
Kalau komponen ini rusak, maka satu-satunya cara adalah dengan mengganti water pump tersebut.
Kerusakan Thermostat
Thermostat memiliki peranan penting untuk menjaga kestabilan suhu pada mesin mobil. Bila rusak, maka sirkulasi cairan radiator pada mobil akan bermasalah dan thermostat perlu diganti dengan yang baru.
Fan Belt Putus
Apabila fan belt ini putus maka water pump tidak akan dapat berputar untuk mensirkulasikan cairan pendingin. Untuk itu perlu diganti dengan yang baru atau dapat mulai menggantinya ketika melihat fan belt mengalami kendur dan permukaannya terlihat mulai retak.