mobilinanews (Spanyol) - Memang beda Marc Marquez ini dan perbedaan itu membuatnya besar di MotoGP dengan berbagai rekor istimewa.
Sejatinya libur musim panas sejak GP Jerman lalu belum sepenuhnya berakhir. Masih ada kesempatan leha-leha beberapa hari menjelang GP Inggris pada 7-9 Agustus mendatang.
Tapi tidak untuk Marquez. Pada Kamis (30/7) kemarin ia sudah memanaskan diri dengan motoran di Sirkuit Aragon, Spanyol. Bukan dengan motor MotoGP karena bertentangan dengan peraturan, bukan pula dengan motor 1000cc seperti pembalap lain gunakan saat latihan, tapi Marquez memilih menggeber Ducati Panigale V2.
Ia lebih suka begitu karena yang ia butuhkan adalah memelihara feeling di atas motor sekaligus melatih refleknya. Tentu saja sesi motoran ini sekaligus menguji kondisi bahu dan tangan kanannya yang masih acap bermasalah sejak kecelakaan fatal di GP Indonesia tahun lalu.
Tapi, pasti, ada agenda khusus pembalap andalan Ducati itu di Aragon. Saat mengunduh foto-fotonya di atas Panigale V2, ia memang tidak banyak berkata-kata.
Namun mudah ditebak bahwa motoran kali ini adalah pemanasan awal menuju GP Inggris minggu depan di Sirkuit Silverstone. Maklum, lay out trek ini salah satu yang sulit buatnya. Sepanjang reputasi ciamiknya di MotoGP sejak 2013, Marquez baru sekali juara di Silverstone dan dua kali runner-up.
Bukan itu saja. Seri Inggris ini adalah phase krusial buat Marquez jika ingin menciptakan rekor baru sebagai pemegang 8 gelar MotoGP. Ia harus meraih poin semaksimal mungkin di sana untuk menguatkan posisi sebagai penantang dalam perebutan gelar tahun ini. Perebutan yang diprediksi bakal sengit karena masih terdapat 5 pembalap yang bertarung di papan atas klasemen.
Rivalitas sengit itu tergambar dari komposisi 5 Besar klasemen menuju seri Inggris. P1 dihuni Jorge Martin (Aprilia/total poin 208), AI Ogura (Trackhouse Aprilia/194), Marc Marquez (Ducati/190), Marco Bezzecchi (Aprilia/186) dan Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati). Rapat satu sama lain.
Artinya, Marquez akan dikepung 3 joki Aprilia dan apa saja bisa terjadi di antara mereka. Karena itu mempersiapkan diri lebih dini di Aragon menjadi opsi yang nantinya bisa membuat perbedaan di Silverstone. (*)