F1 2026: Perang Rusia-Ukraina Belum Kelar, Nikita Mazepin Diizinkan Balik ke Formula 1

Jum'at, 14/08/2026 23:55 WIB | Rulin purba
Nikita Mazepin (Rusia), eks.prmbalap Haas di kancah F1. (Foto: motorsportweek)
Nikita Mazepin (Rusia), eks.prmbalap Haas di kancah F1. (Foto: motorsportweek)

monilinanews (Prancis) - Masih ingat Nikita Mazepin, putra konglomerat Rusia Dmitry Mazepin? Ia kini diperbolehkan kembali ke F1 setelah terbuang pada musim 2022 gara-gara invasi negaranya melawan Ukraina.

Saat itu Mazepin tengah membela tim Haas di kancah F1. Ia satu tim dengan putra legenda F1 Michael Schumacher,  yakni Mick Schumacher.  Nahas, saat Rusia berperang melawan Ukraina, Mazepin menjadi.korban peraturan FIA yang melarang seluruh pembalap Rusia bertanding di balapan resmi FIA.

Kini larangan tersebut sudah dicabut FIA. Pembalap Rusia akan diizinkan kembali berpartisipasi dalam Formula 1.

Badan pengatur olahraga otomotif tersebut mencabut larangan yang telah berlaku sejak awal perang Rusia dengan Ukraina—kebijakan yang berdampak pada sejumlah pembalap Rusia di berbagai ajang balap.

Sejak larangan itu diterapkan di awal perang, atlet Rusia dilarang berpartisipasi dalam ajang olahraga yang disetujui FIA, serta tidak diperbolehkan memperdengarkan lagu kebangsaan atau membalap dengan membawa bendera Rusia.

Salah satu pembalap ternama yang terdampak adalah Nikita Mazepin. Ia terkenal bukan hanya karena putra kpnglomerat Rusia pemilik industri pupuk taksasa Urikali yang menjadi sponsor utama Haas, tapi juga prilaku kontroversialnya di paddock F1 dan kasus pelecehan kepada seorang wanita di dalam mobilnya.  

Dalam sebuah pernyataan, FIA menjelaskan bahwa keputusan ini juga memungkinkan pembalap asal Belarusia untuk berkompetisi dalam ajang olahraga yang berada di bawah naungan mereka.

“Keputusan ini merupakan tindak lanjut atas langkah-langkah terkait konflik di Ukraina, antara lain bagi negara Rusia dan Belarusia. Sekarang pembalap Rusia dan Belarus, tim nasional, peserta serta ofisial perorangan bebas ikut event resmi FIA. Kedua negara ini juga diizinkan menyelenggarakañ kejuaraan balap di negera masing--masing," bunyi keterangannresni FIA dari markas besarnya di Paris, Prancis. (*)