mobilinanews (Jakarta) - Bagi penikmat performa ekstrem dan rekayasa otomotif tingkat tinggi, melesat di atas lintasan kini punya level keseruan baru. Czinger resmi merilis 21C Spyder, varian atap terbuka (open-top) dari hybrid hypercar mereka yang memadukan raungan mesin ganas dengan inovasi desain berbasis kecerdasan buatan (AI-designed).
Sensasi Kemudi Ekstrem & Performa Tanpa Kompromi
Meski hadir tanpa atap konvensional, Czinger tidak memangkas sedikit pun potensi buas dari lini 21C. Sektor dapur pacu mengandalkan racikan yang sama persis dengan versi HDF (High Downforce):
Mesin & Power: Mesin V8 2,88 liter twin-turbo yang dipadukan dengan 3 motor listrik, menghasilkan total tenaga 1.250 hp dan torsi 937 Nm.
Akselerasi 0–100 km/jam: Tuntas hanya dalam 1,9 detik.
Seperempat Mil (Quarter Mile): Mencapai garis akhir dalam waktu 8,7 detik.
Kecepatan Maksimum: Tembus hingga 330 km/jam.
Sensasi berkendara kian dramatis berkat downforce monster. Pada kecepatan 241 km/jam, bodi kustomnya mampu menghasilkan gaya tekan hingga 1.482 kg (dan naik menjadi 1.500 kg saat atap terpasang). Distribusi downforce sebesar 60% difokuskan pada poros belakang untuk menjamin traksi roda tetap mencengkeram aspal saat melibas tikungan dalam kecepatan tinggi.
Inovasi Pengereman Terintegrasi: BrakeNode
Bukan sekadar kencang di jalur lurus, keunggulan teknis utama 21C Spyder terletak pada komponen pengereman revolusioner yang diberi nama BrakeNode.
Czinger berhasil menyatukan tiga komponen utama—kaliper rem, dudukan suspensi (suspension uprights), dan saluran cairan hidraulik—ke dalam satu struktur tunggal yang dicetak menggunakan teknologi 3D printing.
Pengurangan Bobot: Memangkas massa tak terpegas (unsprung mass) hingga 680 gram per roda.
Efisiensi: Memperpendek jarak pengereman hingga 15% dibandingkan sistem rem konvensional pada kelas exotic car.
Eksklusivitas untuk Kolektor Tingkat Tinggi
Dirancang untuk para pengagum mahakarya otomotif sejati, Czinger hanya akan memproduksi 30 unit 21C Spyder secara global. Setiap unit dirakit secara presisi menggunakan tangan (hand-assembled) di fasilitas mereka di Los Angeles, Amerika Serikat.
Dilepas dengan harga mulai dari US$ 2,75 juta (sekitar Rp43+ miliar), konsumen diberikan kebebasan kustomisasi penuh sesuai dengan selera personal masing-masing.