Mobilinanews (Jakarta) - Industri otomotif Tiongkok terus berlari kencang tanpa henti. Tercatat rata-rata 3,6 model mobil baru dirilis setiap harinya selama lima bulan terakhir. Kecepatan luar biasa ini tentu saja membanjiri pasar global dengan cepat.
Salah satu hasil dari ekspansi masif tersebut adalah kehadiran MG Hector Tomahawk. Kendaraan ini merupakan SUV tiga baris terbaru yang baru saja resmi dipasarkan di India dengan pilihan tenaga listrik murni dan plug-in hybrid.
Meski mengusung nama yang sudah dikenal luas, mobil ini sebenarnya sama sekali tidak memiliki hubungan teknis dengan Hector versi mesin pembakaran internal. Pabrikan memberikan penyegaran total untuk menarik minat konsumen baru.
Faktanya, MG Hector Tomahawk adalah versi rebadge dari model Wuling Starlight 560 asal Tiongkok. Menariknya lagi, mobil ini merupakan kembaran dari Wuling Eksion yang saat ini juga sudah dipasarkan secara resmi di Indonesia.

Secara visual, varian listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV) memiliki identitas yang berbeda. Perbedaan paling mencolok terlihat pada desain gril dan bumper depan yang dirancang khusus untuk masing-masing tipe mesin.
Varian PHEV tampil lebih tangguh dengan hidung sewarna bodi dan lubang pendingin yang jauh lebih besar. Mobil ini juga dilengkapi pelindung bodi berwarna hitam tebal serta skid plate bergaya aluminium yang menambah kesan macho.
Di sisi lain, varian EV justru mengadopsi wajah yang lebih sederhana, mengotak, dan futuristik. Tampilannya ini membuatnya terlihat nyaris identik dengan saudara kembarnya dari pabrikan Wuling yang sangat populer tersebut.
Terlepas dari jenis jantung pacunya, SUV bongsor ini memiliki dimensi panjang 4.745 mm dan jarak sumbu roda 2.810 mm. Ground clearance yang mencapai 230 mm memastikan mobil ini sangat andal melibas berbagai kondisi jalanan.

Kabin setir kanan mobil ini hadir dengan pilihan konfigurasi dua atau tiga baris tempat duduk. Ruang bagasinya mencapai 610 liter untuk versi lima penumpang, dan menyusut menjadi 192 liter saat baris ketiga sedang digunakan.
Fitur interiornya sangat mewah, mencakup layar hiburan sentuh berukuran 15,6 inci dan panel instrumen digital 8,8 inci. Pengemudi juga dimanjakan dengan kontrol gestur serta atap kaca panoramik ganda yang memberikan kesan luas.
Suasana kabin semakin hidup berkat lampu ambient 256 warna dan sistem audio sepuluh speaker. Fitur paling unik adalah asisten kecerdasan buatan dengan mode karaoke yang menyediakan lebih dari delapan ribu lagu berbagai genre.
Varian Hector Tomahawk EV dibekali motor listrik tunggal di depan yang menghasilkan tenaga 201 hp. Baterai berkapasitas 69,2 kWh memungkinkan jarak tempuh lebih dari 500 km serta mendukung pengisian cepat DC dan fungsi V2L.

Sementara itu, varian PHEV memadukan mesin bensin 1,5 liter dengan motor listrik tangguh dan baterai 20,5 kWh. Kombinasi ini sanggup menghasilkan jarak tempuh total 1.100 km, dengan jangkauan 115 km murni tenaga listrik.
Untuk harga, MG Hector Tomahawk EV dibanderol mulai dari Rp 316 jutaan hingga Rp 380 jutaan. Terdapat juga skema sewa baterai yang menurunkan harga beli menjadi Rp 226 jutaan saja, dengan tambahan biaya sewa per kilometernya.
Di sisi lain, harga untuk varian PHEV dipatok sedikit lebih tinggi, yakni mulai dari Rp 417 jutaan. Pembeli juga bisa memilih skema sewa baterai dengan harga awal sekitar Rp 353 jutaan dan biaya ekstra yang sangat terjangkau.
Pengiriman varian EV kepada konsumen di India akan dimulai pada bulan September mendatang, lalu disusul varian PHEV pada November. Kini pertanyaannya, apakah MG juga akan membawa SUV canggih ini untuk meramaikan pasar otomotif kita?