Investigasi NHTSA: Ujian Berat di Balik Ambisi Robotaxi Tesla

Kamis, 10/09/2026 16:25 WIB | Ade Nugroho
Robotaxi Tesla
Robotaxi Tesla

Mobilinanews (Jakarta) - Langkah Tesla membawa masa depan ke jalan raya kembali tertahan oleh benteng regulasi. Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) secara resmi membuka investigasi terhadap Tesla terkait proses sertifikasi armada robotaxi otonom terbarunya, Cybercab. Regulator kini memeriksa secara mendalam data teknis dan proses legalitas yang digunakan Tesla untuk mengklaim bahwa sekitar 1.000 unit Cybercab telah memenuhi standar keselamatan kendaraan bermotor federal (FMVSS).

 

Poin Utama Investigasi

  • Skala dan Waktu: Audit mencakup sekitar 1.000 kendaraan dan diluncurkan pada 3 September—hanya beberapa jam setelah armada Cybercab pertama mulai mengangkut penumpang berbayar di Austin, Texas.

  • Absennya Kontrol Manual: NHTSA menyoroti Cybercab yang beroperasi tanpa komponen kemudi konvensional, seperti roda kemudi (setir), pedal rem, pedal gas, hingga kaca spion.

  • Sertifikasi Mandiri: Tesla mengaturnya melalui jalur self-certification (sertifikasi mandiri). NHTSA kini mempertanyakan sejauh mana klaim kelayakan tersebut didasarkan pada asumsi sepihak bahwa standar regulasi tertentu "tidak berlaku" untuk kendaraan mereka.

Pemicu Audit Regulator

Pemeriksaan mendadak ini dipicu oleh dimulainya komersialisasi Cybercab dua kursi di Austin, Texas. Sebelum membuka layanan komersial untuk umum, Tesla sempat menjalankan uji coba terbatas bagi para karyawannya di jalan umum. Begitu layanan berbayar meluncur, regulator langsung mengambil tindakan tegas.

 

Sesuai aturan di Amerika Serikat, produsen wajib menyertakan sertifikasi bahwa setiap kendaraan telah memenuhi FMVSS. Ketika ada kendaraan tersertifikasi yang terindikasi tidak memenuhi standar dasar tersebut, NHTSA berhak turun tangan.

 

"NHTSA mendukung penuh pengembangan dan penyebaran kendaraan otonom yang aman. Namun sebagai regulator federal, kami harus memastikan seluruh hukum dipatuhi," tegas Administrator NHTSA, Jonathan Morrison.

Berdasarkan data negara bagian Texas, Tesla terdaftar memiliki 420 kendaraan otonom, di mana 45 di antaranya merupakan unit Cybercab.

 

Strategi Tesla Menghindari Jalur Birokrasi

Secara hukum, kendaraan otonom sejatinya tidak memerlukan persetujuan khusus NHTSA selama masih menyediakan kontrol manual bagi manusia. NHTSA sendiri sebenarnya sedang mewacanakan pembaruan aturan—seperti merilis draft penghapusan kewajiban pedal rem manual pada Juni lalu—namun hingga aturan baru sah, regulasi lama tetap berlaku penuh.

 

Di luar sertifikasi mandiri, ada jalur kedua yang legal: mengajukan dispensasi khusus (exemption petition). Jalur ini mengizinkan hingga 2.500 kendaraan otonom per produsen per tahun untuk beroperasi tanpa kontrol manual. Pengecualian resmi ini pernah dikabulkan NHTSA untuk unit Zoox milik Amazon pada Juli lalu.

 

Namun, Tesla memilih tidak menempuh jalur dispensasi tersebut. Dengan memilih jalur sertifikasi mandiri, Tesla berupaya menghindari batasan kuota 2,500 unit per tahun demi mengejar skala produksi massal.

 

Dampak Besar bagi Industri Kendaraan Otonom

Langkah nekat Tesla ini berisiko memperlambat ambisi besar Elon Musk. Pengalaman pesaing menunjukkan proses yang tidak sebentar; Zoox pernah mencoba melakukan sertifikasi mandiri pada 2022 dan berakhir di bawah penyelidikan ketat federal selama bertahun-tahun sebelum akhirnya diizinkan beroperasi secara komersial.

 

ProdusenPendekatan RegulasiStatus Operasional

Tesla (Cybercab)Sertifikasi Mandiri (Self-Certification)Sedang Diinvestigasi NHTSA

Zoox (Amazon)Pengajuan Dispensasi Khusus (Exemption)Disetujui (Maks. 2.500 unit/tahun)

Wayve / UberMempertahankan Kontrol Manual KonvensionalBeroperasi Komersial

Kasus ini menjadi preseden penting bagi industri kendaraan tanpa pengemudi. Sementara pesaing seperti Uber dan Wayve memilih ekspansi aman menggunakan mobil konvensional bertengger setir, Tesla mempertaruhkan strateginya pada kecepatan dan desain radikal tanpa kontrol manual.

 

Penyelidikan federal ini memberikan tanda tanya besar bagi para investor. Mengingat regulator lokal dan pemerintah kota kerap mengekor kebijakan pemerintah pusat di Washington, hambatan regulasi di Austin ini berpotensi merembet dan menunda jadwal peluncuran armada Cybercab di pasar global lainnya.