Mobilinanews (Jakarta) - Generasi terbaru BMW Seri 3 bermesin konvensional kini memasuki fase pengujian akhir sebelum diproduksi secara massal. Bertempat di sirkuit Miramas, Prancis Selatan, prototipenya terus dipacu untuk hasil kendali maksimal.
Pengujian ketat di Miramas melibatkan serangkaian tes ekstrem demi menyempurnakan performa, dinamika transversal, serta kenyamanan berkendara. Tim BMW memastikan bahwa mobil ini selalu tangguh walau diselubungi kamuflase tebal.
Keistimewaan utama generasi anyar ini terletak pada konsep penggerak technology-open. BMW menghadirkan varian listrik i3 berbasis Neue Klasse bersama lini mesin bensin 4-silinder serta 6-silinder berteknologi 48V mild hybrid.
Dari segi visual, seluruh lini kendaraan BMW Seri 3 mengadopsi bahasa desain Neue Klasse yang khas serta ekspresif. Penerapan ini memberikan tampilan futuristik sekaligus memperkuat karakter estetika sebuah sedan sport sejati.

Tampilan fasia depannya mengusung interpretasi baru dari BMW four-eyed face yang legendaris. Rancangan tersebut dipadu sempurna dengan proporsi 2.5-box sporty untuk menegaskan wujud kendaraan berkarakter dinamis serta agresif.
Siluet samping kendaraan ini menyajikan proporsi ideal berkat wheelbase panjang yang dipadukan overhang pendek. Komposisi garis-garis bodi tersebut menciptakan impresi aerodinamis sekaligus memperkuat gaya sporty khas Seri 3.
Masuk ke bagian dalam kabin, nuansa futuristik terasa sangat kuat berkat kehadiran sistem display dan operasi BMW Panoramic iDrive. Antarmuka teranyar ini berjalan sepenuhnya pada sistem operasi canggih BMW Operating System X.
Teknologi kabin modern tersebut mampu menghadirkan bentuk baru orientasi kemudi, sehingga kontrol kendaraan menjadi jauh lebih intuitif. Pengguna dapat berinteraksi dengan mudah melalui layar utama maupun perintah suara pintar.

Sektor pengendalian turut mendapatkan penyempurnaan signifikan demi mempertahankan reputasi di segmen sedan compact sport. Keseimbangan distribusi bobot antarsumbu roda kini hampir sempurna, ditopang track roda lebih lebar.
Konfigurasi kaki-kakinya mengandalkan suspensi depan double-joint spring strut serta five-link di bagian belakang. Sistem ini disempurnakan oleh peredam kejut lift-related damper terbaru yang efektif meredam pelbagai guncangan.
Untuk pertama kalinya, konsumen juga ditawari opsi ban sport berukuran 245/35 R20 di bagian depan dan 275/30 R20 di roda belakang. Sektor roda ini dirancang khusus untuk memaksimalkan cengkeram ketika kendaraan melaju kencang.
Lini puncak untuk varian bermesin pembakaran dalam diisi oleh BMW M350 xDrive yang mengusung mesin 3.0L TwinPower Turbo 6-silinder segaris. Dapur pacu canggih tersebut siap menghadirkan performa buas khas divisi M Performance.

Perpaduan mesin bensin dan teknologi 48V mild hybrid sanggup memuntahkan tenaga kombinasi hingga 443 dk (326 kW) dan torsi puncak 580 Nm. Tenaga disalurkan lewat transmisi 8-speed Steptronic dan penggerak semua roda xDrive.
Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam mampu dituntaskan dalam waktu 4,1 detik saja, sebelum menyentuh kecepatan maksimum 250 km/jam. Catatan performa impresif ini menegaskan posisinya sebagai salah satu sedan paling kencang.
Keistimewaan menarik pada varian M Performance ini adalah hadirnya fitur Drift Moment. Fitur yang memberikan sensasi RWD murni ini dijadwalkan meluncur tahun 2027 dan dapat diaktifkan melalui Remote Software Upgrade nirkabel.
Seluruh kinerja kendaraan dikontrol oleh sistem BMW Driving Stack terbaru. Selain itu, efisiensi bahan bakar tetap dijaga melalui paket BMW EfficientDynamics yang mencakup kontrol kisi-kisi udara aktif serta Efficiency Coach.