IEE Series - Engineering Week 2026 Hadirkan 8 Sektor Industri dalam 1 Ekosistem

Kamis, 10/09/2026 11:35 WIB | Wilfrid Kolo
Ragam kendaraan berat untuk menunjang kemajuan bisnis industri yang dipajang di Engineering Week 2026
Ragam kendaraan berat untuk menunjang kemajuan bisnis industri yang dipajang di Engineering Week 2026

mobilinanews (Jakarta) - Pekan kedua Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 resmi di buka Rabu (9/9) di JIExpo Kemayoran, Jakarta dengan mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”.

IEE Series - Engineering Week 2026 menghadirkan delapan sektor industri strategis dalam satu rangkaian penyelenggaraan.

Dalam pameran ini, pengunjung dapat menjumpai inovasi teknologi, kebutuhan infrastruktur, pengelolaan sumber daya, hingga bagaimana menghadapi tantangan ketahanan yang kelak turut membentuk arah industri ini di Indonesia. 

Gelaran IEE Series - Engineering Week 2026 dipadati 1.694 perusahaan dari 34 negara dan kawasan dengan total area pameran mencapai lebih dari 88.000 meter persegi.

Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, mengatakan bahwa keberagaman sektor dan skala partisipasi tersebut mencerminkan perubahan kebutuhan industri yang semakin terhubung.

“Membawa tema Sustainability for Industrial Transformation, Engineering Week merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berupaya menyediakan platform yang dapat mempertemukan berbagai sektor industri, terlebih manakala kebutuhan antarindustri semakin saling terhubung,” tuturnya.

Mereka berharap forum ini akan melahirkan kemitraan strategis, solusi yang inovatif, dan komitmen bersama yang dapat langsung diimplementasikan di lapangan pada berbagai sektor.

Rangkaian pameran ini di isi oleh sektor-sektor yang menopang pembangunan dan keberlangsungan aktivitas industri.

Ada Construction Indonesia dan Concrete Show South-east Asia–Indonesia merepresentasikan kebutuhan pembangunan infrastruktur serta teknologi material konstruksi; Water Indonesia berfokus pada pengelolaan air dan utilitas.

Sementara ADEXCO (Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference) membawa perspektif manajemen bencana, keselamatan sipil, kesiapsiagaan, dan ketahanan.

Kehadiran delapan sektor tersebut dalam satu rangkaian memperlihatkan keterkaitan antara ketersediaan sumber daya dan energi, pengolahan material, pembangunan infrastruktur, pengelolaan utilitas, hingga kesiapan menghadapi risiko.

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Febrian Alphyanto Ruddyard, menekankan pentingnya kolaborasi antarinstitusi untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik. 

“Jadi tantangan saat ini bukanlah sekadar menciptakan lebih banyak kebijakan, kerangka kerja, atau lembaga. Elemen-elemen tersebut sudah kita miliki. Tantangannya adalah membuat semuanya bekerja sama, bekerja bersama menuju sistem pertanggungjawaban bersama dan mendukungnya melalui informasi yang terpadu, pembiayaan yang terkoordinasi, serta akuntabilitas bersama,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut juga menjadi penting ketika industri dihadapkan pada kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, turut menegaskan pentingnya efisiensi berbasis teknologi dalam sambutan pembukaannya.

“Transformasi industri Indonesia perlu didukung oleh peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan yang disertai dengan penguatan teknologi, infrastruktur, dan efisiensi. Potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia harus dapat diterjemahkan menjadi nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri,” ujarnya.

IEE Series – Engineering Week 2026 berlangsung pada 9-12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, menghadirkan delapan pameran industri beserta rangkaian seminar, forum, business networking, dan program pendukung.