Terjual Rp 2,3 Triliun! Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coupe Jadi Mobil Termahal di Dunia!

Minggu, 20/09/2026 13:02 WIB | bagas
Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coupe (Foto: RM Sotheby`s)
Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coupe (Foto: RM Sotheby`s)

Mobilinanews (Jerman) - Era kejayaan Mercedes-Benz pada dasawarsa 1950-an kembali mencetak sejarah emas dunia otomotif lewat rekor lelang spektakuler. Mobil super langka 300 SLR Uhlenhaut Coupé ini resmi terjual seharga fantastis yaitu 135 juta euro.

Jika dikonversikan ke dalam mata uang Indonesia, nilai transaksi raksasa tersebut setara dengan Rp2,3 triliun. Angka fantastis ini praktis menempatkannya sebagai kendaraan roda empat termahal yang pernah dijual sepanjang masa.

Keberhasilan luar biasa ini berakar dari era dominasi balap Mercedes-Benz pada pertengahan 1950-an. Saat itu, Juan Manuel Fangio meraih gelar juara dunia F1 secara beruntun dengan jet W196 yang tak tertandingi pesaingnya.

Pembalap legendaris Stirling Moss juga membuktikan keunggulan murni versi 300 SLR open-top lewat kemenangan di Mille Miglia. Namun, tragedi berdarah Le Mans 1955 mendadak menghentikan seluruh aktivitas balap pabrikan tersebut.

Di tengah pengunduran diri tersebut, muncul sosok krusial bernama Rudolf Uhlenhaut. Insinyur genius yang bekerja sejak 1931 ini merupakan perancang utama di balik jet W196 dan varian 300 SLR yang menguasai sirkuit balap dunia.

Meski sekilas mirip dengan W194 juara Le Mans 1952 dan 300 SL Gullwing versi jalan raya, rancangan dasar 300 SLR sebenarnya bersaudara dekat dengan sasis W196. Model tangguh ini dimodifikasi demi ajang balapan ketahanan ekstrem.

Sesuai nama Rennsport yang diusungnya, tata letak tunggal W196 diubah menjadi dua kursi lengkap dengan lampu utama. Kapasitas mesin ditingkatkan menjadi 3,0 liter atau 3.000 cc guna menghadapi balapan ketahanan jarak jauh yang sangat sengit.

Pembatalan program balap pasca tragedi Le Mans mengalihkan peran Uhlenhaut menjadi Kepala Pengembangan Mobil Penumpang. Meski demikian, sasis balap yang tersisa dialihkan menjadi mobil prototipe jalan raya paling spektakuler.

Awalnya disiapkan bagi ajang Carrera Panamericana, dua unit sasis berbasis W196 berhasil disulap Uhlenhaut. Akses kabin menggunakan pintu gullwing paling ikonik yang menuntut pengemudi melipat tubuh saat hendak masuk ke kabin.

Aura balap sangat kental di interior, tempat lorong transmisi berukuran besar membelah posisi duduk. Penggunaan bahan magnesium Elektron ultra-ringan membuat total bobot kosong kendaraan ini tercatat hanya senilai 998 kg.

Dapur pacu 8-silinder segaris 3,0 liter terhubung ke knalpot ganda samping yang memancarkan suara raungan gahar. Uhlenhaut bahkan pernah memacu mobil ini di Autobahn dari Stuttgart ke Munich sejauh 230 km dalam waktu kurang dari satu jam.

Performa luar biasa ini didukung kecepatan maksimum 290 km/jam, membuatnya jadi mobil jalan raya tercepat di seluruh dunia pada eranya. Unit sangat langka ini tercatat resmi mengusung spesifikasi sasis dengan nomor seri 196.110-00008/55.

Pembangunan awalnya selesai pada Desember 1955 sebelum dipasangi peredam suara Eberspächer pertengahan 1956. Mobil langka ini pernah dipakai ajang demonstrasi keliling Eropa bersama Adipati Kent hingga dikirim promosi di Amerika Serikat.

Pada Januari hingga Juli 1986, proses restorasi total dikerjakan oleh pakar ternama Tony Merrick. Setelah selesai, unit ini tampil di ajang Oldtimer Grand Prix Nürburgring, majalah Road & Track, dan Geneva International Motor Show 1988.

Mobil tak ternilai ini juga rutin dipamerkan pada berbagai ajang bergengsi dunia seperti Goodwood Festival of Speed, Pebble Beach Concours d’Elegance, serta menjadi ikon penting saat peluncuran Mercedes-Benz SLR McLaren 2003.

Penjualan melalui lelang privat ini menjadi momen perdana sang mobil legenda berpindah tangan dari kepemilikan pabrikan. Kesempatan sangat langka untuk memiliki mahakarya dunia otomotif bersejarah ini dipastikan tidak akan pernah terulang kembali.