mobilinanews (Azerbaijan) - Driver tim Mercedes George Russell (Mercedes) dan Charles Leclerc (Ferrari) akan mengawali start GP Azerbaijan di sirkuit dalam kota Baku yang trek lurusnya sepanjang 2,2 km pada Sabtu (25/9).
Ya, raceday F1 kali ini memang dihelat pada Sabtu, bukan Minggu seperti lazimnya, karena pada Minggu (27/9) bertepatan dengan hari duka nasional Azerbaijan untuk mengenang mereka yang gugur dalam perang Nagorno-Karabakh. Karena itu semua sesi dimajukan sehari dari seharusnya.
Russell dan Leclerc finish 1 dan 2 dalam kualifikasi Q3 pada Jumat (25/9) sementara Oscar Piastri (McLaren) dan Isack Hadjar (Red Bull Racing) menempati posisi start 3 dan 4. Row 3 dihuni oleh Lando Norris (McLaren) dan Lewis Hamilton (Ferrari).
Mereka disusul oleh Pierre Gasly (Alpine) dan Max Verstappen (Red Bull Racing) di P7 dan 8, plus Carlos Sainz (Williams) dan Franco Colapinto melengkapi formasi start 10 Besar.
Ada apa dengan Verstappen?
Pertanyaan yang layak diapungkan karena pemegang 4 gelar F1 itu tampil bagus dan bersaing dengan Russell sejak sesi latihan sampai babak kualifikasi Q1 dan 2. Ia bahkan tercepat di FP3. Aneh, karena mendadak lemah dan hanya P8 di akhir sesi dan akan start pada posisi sama.
Raut muka pembalap Belanda itu pun tampak gundah seusai sesi. Ia kecewa.
"Sejak latihan mobil terasa bagus. Semuanya langsung hilang begitu saja di bagian akhir Q3," ucapnya.
Dikutip dari media verstappen.com, ia menyebut persoalan yang ia hadapi pada akhir sesi adalah masalah pengisian daya batere yang tak maksimal pada RB22-nya. Batere tak terisi penuh. Karena itu tak cukup tangguh untuk digeber pol khususnya oada trek lurus Baķu yang terkenal itu karena terbentang sepanjang 2,2 km.
Karena terhambat mengembangkan kecepatan maka masalah lain muncul, yakni kesulitan mendapatkan suhu ideal pada ban sehingga daya cengkeramnya pada trek jalanan kota itu pun tidak maksimal.
"Rasanya seperti menarik rem tangan di tikungan-tikungan tertentu. Ini masalah serius. Performanya tidak bagus," tandasnya.
Serius, karena tim teknis Red Bull hanya punya waktu beberapa jam ke depan untuk mengetahui apakah masalah tersebut masih bisa diatasi jelang balapan.
“Saya tidak tahu apakah kami bisa memperbaikinya. Tentu saja sangat menjengkelkan tampil demikian. Begitu kompetitif sepanjang akhir pekan, lalu terbuang semuanya begitu saja.”
Verstappen wajar dongkol. Tapi, yang lebih mendongkolkan justru yang dialami pemimpin klasemen sementara saat ini, Kimi Antonelli (Mercedes) yang justru punya mobil kompetitif seperti halnya Russell.
Pembalap muda asal Italia itu harus menjalani balapan esok dari posisi start ke-16. Mobilnya menubruk dinding lintasan pada lap keduanya di Q1. Bagian depan mobil hancur, membuatnya gagal lolos ke Q2. Tapi, itu justru menjadi daya tarik penantian tersendiri. Bisakah Kimi lolos ke grup 5 Besar atau bahkan podium dari posisi start-nya? (r)