mobilinanews (Spanyol) - Pemimpin klasemen MotoGP tahun inì, Jorge Martin (Aprilia) membatalkan operasi cidera tangannya yang harusnya berlangsung Senin lalu seusai GP Austria. Carlo Pernat sebut keputusan itu setengah benar setengah tidak.
Diserang penyakit arm pump di GP San Marino lalu, Martin gagal pertahankan P1 dalam main race dan turun perlahan ke posisi finish kelima. Seri ini dimenangkan Marc Marquez (Ducati).
Tapi seminggu kemudian di GP Austria, Martin tidak merasakan penyakit syaraf yang acap menyerang tangan para pembalap itu. Martin yang sebelumnya pernah alami penyakit ini malah sukses finish P1 di sprint race dan P2 di main race yang dimenangkan oleh Pedro Acosta (KTM). Ia pun membatalkan operasi yang sedianya dilaksanakan setelah seri Austria.
"Sepanjang pekan ini saya baik-baik saja. Saya pikir terlalu beresiko jika melaksanakan operasi, karena itu saya tak ingin melakukannya dan fokus pada 4 seri beruntun di Asia," katanya menyebut seri Jepang, Indonesia, Australia dan Malaysia yang bergulir mulai awal Oktober nanti.
Martin yakin istirahat adalah cara terbaik untuk merawat tangannya. Kebetulan ada jeda 2 minggu dari Austria ke seri Jepang.
Tapi, buat Carlo Pernat, agen yang memenej aspek komersial Martin dan sejumlah pembalap MotoGP dan Moto2, keputusan itu terlalu beresiko dalam perburuan gelar tahun ini. Ia menyebut keputusan itu 50% benar dan 50% salah. Itu berdasarkan pengalamannya yang panjang bersama sejumlah.pembalap top yang pernah mengalami arm pump, penyakit syaraf yang membuat tangan sakit, lemah dan susah mengendalikan motor.
"Ia sudah batalkan operasi. Mungkin itu keputusan yang tepat karena kejuaraan ini sangat penting baginya. Tapi, ia harus waspada karena sindrom ini bisa kambuh kapan saja tanpa gejala. Akibatnya lengan bisa semakin parah," kata Pernat.
Di mata Pernat, perjalanan Martin meraih gelar MotoGP setelah yang pertama pada 2024 masih jauh dan tak mudah meski memasuki seri Jepang dengan keunggulan 12 poin atas Marquez dan 42 angka atas Marco Bezzecchi (Aprilia) di peringkat ketiga. Jika penyakitnya mendadak kambuh lagi maka itu akan sangat menguntungkan Marquez maupun Bezzecchi.
"Mari kita tunggu saja, saya berharap keputusannya benar untuk batalkan operasi," imbuhnya. (r)