BYD Atto 1 Generasi Kedua Resmi Meluncur: Beralih ke RWD dan Bawa Spesifikasi Lebih Bertenaga

Senin, 28/09/2026 13:27 WIB | bagas
BYD Atto 1 Generasi Kedua (Foto: CarNewsChina)
BYD Atto 1 Generasi Kedua (Foto: CarNewsChina)

Mobilinanews (China) - BYD Seagull generasi kedua, yang di Indonesia dikenal dengan nama BYD Atto 1, resmi menampakkan diri di Tiongkok. Hatchback listrik ini membawa perubahan sangat mendasar pada sektor penggerak roda dan juga rancangan sasis.

Berdasarkan informasi dari media Tiongkok Autohome, peluncuran ini memperjelas dokumen pendaftaran resmi pada Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) serta bocoran sketsa desain eksterior kendaraan.

Pembaruan utama yang diusung oleh BYD Seagull generasi terbaru terletak pada perpindahan letak motor penggerak. Sistem penggerak roda depan (FWD) kini ditinggalkan dan berganti sepenuhnya menjadi penggerak roda belakang (RWD).

Pindahnya motor listrik ke sumbu roda belakang secara otomatis memberikan ruang ekstra di area bonnet depan. BYD memanfaatkan ruang tersebut untuk memuat bagasi depan atau frunk yang kini hadir menjadi fitur bawaan standar.

Sebelumnya sketsa interior mobil lima penumpang ini mengindikasikan penghilangan panel instrumen konvensional. Kini penampakan fisik resminya memberikan detail jernih terkait ubahan sasis, komponen powertrain, serta interior.

Laporan spyshot dari sesi pemotretan promosi memicu spekulasi bahwa varian tertinggi akan dibekali baterai Blade generasi kedua serta teknologi Flash Charging, meski BYD belum mempublikasikan durasi pengisian daya resminya.

Pada generasi pertama, BYD Seagull hanya mengandalkan motor listrik depan berkapasitas daya 55 kW. Namun pada versi terbarunya, data dokumen MIIT mengonfirmasi lonjakan performa mesin yang jauh lebih responsif dan bertenaga.

Unit penggerak baru berkode TZ164XYB diproduksi langsung oleh Zhengzhou BYD Auto Co., Ltd. Motor ini sanggup memuntahkan tenaga hingga 95 kW atau setara 127 hp, sehingga kecepatan maksimalnya melonjak naik ke angka 150 km/jam.

Rancangan sasis BYD Seagull turut mengalami penyempurnaan menyeluruh. Suspensi belakang tipe torsion beam yang kaku kini diganti dengan suspensi independen multi-link demi meningkatkan kenyamanan serta stabilitas berkendara.

Sektor kaki-kaki kini memakai ban lebih lebar berukuran 205/60 R16 yang membungkus velg alloy 16 inci berdesain dual four-spoke. Ukuran ini jauh melar ketimbang ban standar 165 mm atau 175 mm pada model Seagull pendahulunya.

Kehadiran bagasi depan menjadi nilai jual yang cukup langka pada segmen mobil listrik murah Tiongkok di bawah 100.000 yuan atau sekitar Rp267,5 juta (USD 14.895 setara Rp240,8 juta), meski kapasitas resminya belum diumumkan.

Memasuki area kabin, pengemudi disambut lingkar kemudi dua palang bermodel flat-bottom dengan tombol multifungsi. Di tengah dasbor terpasang layar sentuh melayang yang menjadi pusat kontrol hiburan serta setelan kendaraan.

Konsol tengah didesain ulang dengan tombol fisik toggle di bawah lubang AC. Area ini dilengkapi pengisi daya ponsel nirkabel serta dua tempat cangkir berposisi vertikal untuk kemudahan aksesibiltas seluruh penumpang kabin.

Tampilan eksterior makin modern dengan gagang pintu mekanis semi-tersembunyi menggantikan model flush. Bagian belakang dilengkapi lampu kombinasi terpisah, spoiler atap berukuran besar, serta diffuser bawah terintegrasi.

Mobil uji rekayasa di Tiongkok juga memperlihatkan opsi pod LiDAR di atap. Fitur ini mendukung sistem bantuan berkendara otonom canggih DiPilot 300 (God`s Eye B) Level 2 untuk keamanan tinggi selama perjalanan di jalan raya.

Transformasi drastis pada BYD Seagull atau Atto 1 ini dipastikan bakal melahirkan standar baru di pasar EV kompak global, sekaligus memicu persaingan sengit dengan para rival beratnya seperti Geely EX2 di masa mendatang.