Mazda CX-6e Kini Pakai Teknologi LiDAR Canggih, Harga Cuma 300 Jutaan? Cek Spesifikasinya!

Senin, 28/09/2026 15:49 WIB | bagas
Mazda CX-6e Kini Pakai Teknologi LiDAR (Foto: Mazda)
Mazda CX-6e Kini Pakai Teknologi LiDAR (Foto: Mazda)

Mobilinanews (China) - Pasar kendaraan energi baru (NEV) di Tiongkok kembali diguncang oleh kehadiran versi upgrade dari Mazda CX-6e versi. SUV ini resmi diluncurkan dengan membawa peningkatan teknologi swakemudi yang sangat mutakhir.

Model yang juga dikenal sebagai Mazda EZ-60 di Tiongkok ini merupakan produk hasil kolaborasi Changan Mazda. SUV ini mengusung arsitektur EPA1 milik Changan dan berkerabat dekat dengan crossover populer Deepal S07.

Daya tarik utama dari penyegaran kali ini adalah hadirnya sensor LiDAR yang dipasang secara rapi di bagian atap depan. Komponen ini secara signifikan mampu meningkatkan akurasi sistem asistensi berkendara pintar.

Teknologi ini mendukung fitur keselamatan aktif L2 Advanced Assisted Driving yang mampu memproses lebih dari 200 skenario berkendara. Sistem canggih ini dirancang untuk mempermudah navigasi di lalu lintas rumit.

Sistem penginderaan Mazda CX-6e didukung oleh paket sensor yang sangat komprehensif. Perangkat tersebut terdiri dari sensor LiDAR atap, 3 radar gelombang milimeter, 12 radar ultrasonik, serta 11 kamera pandangan luar.

Kombinasi sensor mumpuni ini memungkinkan kendaraan melakukan fitur parkir otomatis. Pengemudi dapat memanfaatkan parkir jarak jauh hingga navigasi alur jalan sempit secara presisi hanya melalui bantuan teknologi.

Sektor dapur pacu varian murni listrik (BEV) dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) buatan CALB berkapasitas 77,94 kWh. Baterai tersebut sanggup menyuplai tenaga untuk daya jelajah hingga 600 kilometer CLTC.

Motor listrik tunggal yang terpasang di poros roda belakang sanggup memuntahkan tenaga hingga 190 kW atau setara 255 hp. SUV elektrifikasi ini sanggup dipacu hingga mencapai kecepatan maksimum 185 kilometer per jam.

Sistem pengisian daya cepat berteknologi 3C juga sudah disematkan pada varian listrik ini. Pengisian ulang daya dari kondisi 30 persen menuju 80 persen hanya membutuhkan waktu singkat, yaitu sekitar 15 menit saja.

Selain varian murni listrik, Mazda juga menyediakan opsi Extended Range Electric Vehicle (EREV). Varian EREV menggabungkan motor listrik dengan mesin pembakaran internal yang bertindak khusus sebagai generator baterai.

Beralih ke ruang kabin, Mazda CX-6e menyajikan kemewahan futuristik yang sangat memanjakan pengemudi. Fitur utamanya adalah tampilan visual Head-Up Display (HUD) standar berukuran 50 inci yang memproyeksikan informasi.

Jika layar standar merasa kurang besar, konsumen dapat memilih opsi Head-Up Display raksasa seluas 100 inci. Teknologi ini mampu memvisualisasikan data navigasi dan sistem swakemudi tepat di atas kaca depan.

Menyoal harga, varian EREV Pro 200 km LiDAR dijual mulai 145.900 Yuan atau setara 21.700 USD. Jika dikonversi ke mata uang lokal, nominal tersebut bernilai sekitar Rp 342,8 juta (kurs Rp15.800 per USD).

Sementara itu, varian tertinggi EV Max 600 km LiDAR ditawarkan seharga 166.900 Yuan atau setara 24.900 USD. Nilai tersebut setara dengan kisaran Rp 393,4 juta, sangat kompetitif dibanding pesaingnya.

Penambahan sensor LiDAR ini hanya memberikan kenaikan harga sekitar 12.000 Yuan atau sekitar Rp 28,4 juta. Banderol ini jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan harga Tesla Model Y di Tiongkok.

Kehadiran Mazda CX-6e dengan LiDAR menjadi sinyal kuat keseriusan Mazda menguasai pasar NEV global. Langkah inovatif ini dipastikan bakal memperketat persaingan mobil listrik di kelas crossover medium.