Mobilinanews (Jakarta) - Selama puluhan tahun, Arab Saudi identik dengan kekayaan minyak bumi. Namun, peta kekuatan ekonomi dunia yang makin bergeser ke arah energi bersih memaksa Kerajaan di Timur Tengah ini untuk bergerak cepat. Melalui Ceer Motors, Arab Saudi resmi menancapkan taringnya di industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global.
Langkah ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan strategi bisnis bernilai ribuan triliun yang menjadi bagian integral dari cetak biru Saudi Vision 2030.
Hasil Perkawinan Dana Melimpah dan Raksasa Teknologi
Didirikan sejak November 2022, Ceer Motors merupakan proyek patungan (joint venture) bernilai USD 1,3 miliar (sekitar Rp 19,76 hingga 20,15 triliun) antara Public Investment Fund (PIF)—dana kedaulatan Kerajaan Arab Saudi—dan Foxconn, raksasa manufaktur asal Taiwan yang terkenal merakit produk-produk Apple.
Arab Saudi paham betul bahwa membangun merek otomotif dari nol butuh modal dan ekosistem yang solid. Karena itu, Ceer menggandeng nama-nama besar di industri otomotif dunia:
BMW: Lisensi komponen dan teknologi dasar.
Hyundai Transys: Pengembangan sistem penggerak terpadu (drivetrain).
Dürr: Penyediaan fasilitas pengecatan canggih berstandar tinggi.
Pusat produksi Ceer kini tengah dibangun di atas lahan seluas 1 juta meter persegi di King Abdullah Economic City (KAEC). Pabrik ini dirancang untuk memiliki kapasitas puncak hingga 240.000 kendaraan per tahun, dengan ritme produksi mencapai 38 unit per jam. Uji coba perakitan dijadwalkan mulai pertengahan 2026, sebelum komersialisasi penuh dilakukan pada kuartal IV 2026.
Lepas dari Ketergantungan Impor
Chief Executive Officer Ceer Motors, James DeLuca, menegaskan bahwa Arab Saudi tidak ingin sekadar menjadi tempat penempelan stiker atau perakitan akhir dari komponen impor.
"Fokus utama kami adalah membangun ekosistem otomotif yang komprehensif di Arab Saudi, bukan sekadar menjalankan operasi perakitan kendaraan yang bergantung pada komponen impor," ujar DeLuca saat ditemui di Riyadh.
Kemitraan dan transfer teknologi ini ditargetkan mampu menyerap 45% bahan baku serta komponen lokal pada tahun 2034 mendatang.
Debut Perdana: Ceer Sedan dan Ceer SUV
Sebagai pembuka jalan, Ceer Motors telah memperkenalkan model debut globalnya, yakni Ceer Sedan dan Ceer SUV. Kedua model ini hadir dengan bahasa desain yang futuristik dan dinamis, menandai kesiapan teknis kendaraan sebelum benar-benar diproduksi secara massal dan dilepas ke pasar domestik maupun internasional.
Pertaruhan Ekonomi Pasca-Minyak
Di luar urusan gengsi otomotif, keberadaan Ceer Motors adalah angka-angka nyata yang menyokong masa depan ekonomi Saudi:
Kontribusi PDB: Diproyeksikan menyumbang USD 8 miliar (sekitar Rp 120+ triliun) terhadap PDB non-migas Arab Saudi pada 2034.
Lapangan Kerja: Membuka 30.000 lapangan kerja langsung maupun tidak langsung.
Nasionalisasi Tenaga Kerja: Menargetkan 80% posisi diisi oleh tenaga kerja lokal warga negara Arab Saudi.
Langkah Arab Saudi melalui Ceer Motors menjadi sinyal kuat bagi peta otomotif global: negara produsen minyak terbesar di dunia ini kini siap bersaing di garis depan era mobilitas listrik.