Biaya Perawatan Suzuki Berikan Kenyamanan Lebih pada Konsumen, Yuk Simak!

Rabu, 30/09/2026 14:35 WIB | Wilfrid Kolo
Teknisi Suzuki melakukan pemeriksaan dan perawatan mobil konsumen
Teknisi Suzuki melakukan pemeriksaan dan perawatan mobil konsumen

mobilinanews (Jakarta) – Pembelian mobil membutuhkan persiapan matang, karena harganya tidak kecil. Untuk itu, konsumen membutuhkan informasi dan pengetahuan yang holistik untuk kenyamanan. 

Biasanya harga menjadi salah satu pertimbangan utama ketika konsumen hendak membeli mobil. Namun ada persiapan lanjutan untuk biaya kepemilikan kendaraan.

Sebab, ada biaya servis berkala, suku cadang, bahan bakar, pajak, asuransi hingga penyusutan nilai kendaraan. Karena itu, semakin banyak konsumen yang tidak hanya membandingkan harga beli, tetapi juga melihat bagaimana layanan purnajual atau after sales dari sebuah merek.

Bagi calon pemilik mobil, pertimbangannya sederhana. Mobil bukan hanya harus nyaman digunakan, tetapi juga mudah dirawat, suku cadangnya tersedia dan memiliki jaringan bengkel yang dapat diandalkan ketika kendaraan membutuhkan perawatan.

Hal di atas berkaitan dengan Total Cost of Ownership (TCO), yakni gambaran mengenai total biaya yang dikeluarkan konsumen selama memiliki kendaraan.

TCO membuat konsumen melihat mobil secara lebih menyeluruh. Sebagai ilustrasi, misalnya konsumen membeli mobil dengan harga Rp300 juta dan menggunakannya selama lima tahun atau sekitar 75 ribu kilometer. 

Namun, konsumen tetap perlu melihat detail cakupan program karena jenis servis dan komponen yang ditanggung dapat berbeda untuk setiap model.

Perawatan Mobil Ramah Kantong

Dalam layanan purnajualnya, Suzuki memberikan ketentuan servis gratis dapat berbeda berdasarkan tipe kendaraan dan mengacu pada buku servis masing-masing kendaraan. 

Selama periode tersebut, pemilik mengeluarkan biaya untuk servis berkala, suku cadang, bahan bakar, pajak dan asuransi.

Jika total pengeluaran operasional dan perawatan mencapai Rp100 juta selama lima tahun, sementara mobil masih memiliki nilai jual kembali Rp 180 juta, maka depresiasi kendaraan sekitar Rp120 juta juga perlu masuk dalam perhitungan.

Dengan demikian, biaya kepemilikan tidak cukup dihitung dari harga beli dikurangi harga jual kembali. Pengeluaran selama kendaraan digunakan juga menjadi bagian dari TCO. 

Untuk mendukung kenyamanan penggunaan konsumen saat menggunakan unit Suzuki, mereka memberikan berbagai kemudahan dalam perawatan mobil kesayangan.

Suzuki memberikan program servis gratis untuk sejumlah model. Pada Suzuki Fronx, misalnya, perusahaan mencantumkan servis gratis yang mencakup jasa dan komponen tertentu hingga 50.000 kilometer atau 30 bulan.

Saat peluncuran Suzuki Fronx, Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra menyebut layanan tersebut menjadi bagian dari nilai tambah kendaraan, bersama garansi, jaringan purnajual dan jaminan ketersediaan suku cadang.

“Program semacam ini dapat menjadi pertimbangan konsumen karena sebagian biaya perawatan rutin selama periode awal kepemilikan sudah diperhitungkan sejak pembelian, sehingga akan membuat konsumen lebih nyaman saat menggunakan unit Suzuki,” kata Donny Saputra beberapa waktu lalu.

Dalam layannnnya, Suzuki menyediakan fasilitas estimasi biaya servis untuk sejumlah model melalui situs resminya. Konsumen dapat memilih model kendaraan, transmisi serta jarak tempuh atau periode perawatan untuk mendapatkan gambaran biaya servis.

Suzuki juga menyediakan layanan booking servis, jaringan diler dan bengkel resmi, ketersediaan suku cadang, hingga layanan Suzuki Home Service untuk sejumlah kebutuhan perawatan.

Asal tahu saja, perawatan berkala sebenarnya bukan hanya bertujuan menjaga performa kendaraan. Perawatan yang dilakukan sesuai jadwal juga  membantu mencegah kerusakan yang berpotensi menimbulkan biaya lebih besar dan menjaga nilai jual kendaraan.