Listrik Tapi Tetap Lincah: Mengurai Jurus Alpine Buat A110 Generasi Terbaru

Selasa, 06/10/2026 14:15 WIB | Ade Nugroho
Alpine A110
Alpine A110

Mobilinanews (Jakarta) - Grup Otomotif Alpine baru saja memamerkan patung desain (design sculpture) yang memberi gambaran awal generasi ketiga A110. Mengusung teknologi serba listrik sejak awal pengembangannya, sports car dua pintu ini menjanjikan jarak tempuh lebih dari 547 kilometer, namun tetap mempertahankan resep utamanya: bobot ringan dan kelincahan responsif.

Langkah ini menjadi eksperimen menarik. Di saat pabrikan lain kesulitan menekan bobot kendaraan listrik (EV) akibat baterai yang berat, Alpine justru optimistis bisa mempertahankan karakter khas A110 yang dikenal sebagai mobil kencang dengan penanganan presisi.

Arsitektur Aluminium dan Baterai Terpisah

Untuk menekan bobot dan menjaga performa di tikungan, Alpine membangun A110 terbaru di atas arsitektur aluminium dengan sistem kelistrikan 800 volt.

Baterai mobil tidak dipasang menumpuk di bawah lantai seperti EV pada umumnya, melainkan dibagi menjadi dua paket terpisah yang diletakkan di bagian depan dan belakang kendaraan. Strategi posisi ini menghasilkan distribusi bobot ideal mendekati 40:60 serta menjaga center of gravity tetap rendah—faktor vital untuk mencegah body roll saat digeber di kecepatan tinggi.

Semburan Motor Ganda & Torque Vectoring

Sektor penggerak A110 baru ditopang oleh dua motor listrik yang terpasang di sumbu roda belakang (rear axle). Tenaga tersebut diatur oleh teknologi torque vectoring, yang secara aktif membagi dorongan daya ke masing-masing roda kanan dan kiri secara independen untuk memaksimalkan traksi saat masuk dan keluar tikungan.

Meski angka resmi mengenai tenaga ($hp$), torsi, maupun akselerasi 0–100 km/jam masih dirahasiakan, target jarak tempuh di atas 547 km diklaim bukan sekadar angka di atas kertas. Alpine menyebut standar tersebut dirancang agar mobil ini sanggup melibas tiga putaran penuh di Sirkuit Nürburgring pada kecepatan maksimal tanpa perlu berhenti mengisi daya.

Mesin Bensin Masih Punya Celah?

Meskipun porsi utama pengembangan difokuskan pada varian listrik, Alpine tidak sepenuhnya menutup pintu bagi mesin pembakaran internal (ICE).

CEO Alpine, Philippe Krief, sempat mengonfirmasi bahwa platform A110 dirancang cukup fleksibel (modular) sehingga memungkinkan untuk dipasangi mesin bensin, sistem transmisi, dan tangki bahan bakar jika dibutuhkan. Fleksibilitas ini disiapkan guna mengantisipasi dinamika pasar di luar Eropa—seperti Amerika Serikat—yang adopsi kendaraan listriknya cenderung bergerak dengan ritme berbeda.

Menunggu Debut di Paris

Visual awal dan wujud fisik patung desain Alpine A110 generasi baru ini dijadwalkan tampil perdana di hadapan publik pada gelaran Paris Motor Show 2026 mulai 12 Oktober mendatang.

Di saat yang sama, Alpine juga dilaporkan sedang menyiapkan sang "kakak", yaitu Alpine A310 berkonfigurasi 2+2, yang diproyeksikan membawa basis teknologi listrik serupa dengan daya jelajah hingga 595 km.