mobilinanews (Jepang) - Pembalap Thailand Somkiat Chantra kembali ke trek MotoGP, sebagai pembalap pengganti Joan Mir yang tak bisa ikut GP Jepang karena sakit. Ia pun ikut mencicipi livery jadul Honda yang istimewa.
Chantra bersama rider senior Luca Marini akan menggeber RC213V dengan corak yang menempel pada motor RC181 yang jadi andalan Honda pada musim kompetisi 1966 dan 1967.
RC181 dengan kapasitas mesin 489,9 cc langsung menyedot perhatian saat kompetisi kelas primer saat itu masih bernama GP500. Dikutip dari media GPone, pada tahun pertamanya itu Honda langsung meraih 5 kemenangan dari 9 seri balap. Tiga kemenangan oleh Mike Hailwood dan 2 dari Jim Redman.
Sayang, Hailwood gagal jadi juara dunia, mentok di P2. Kalah dari pembalap motor legendaris asal Italia, Giacomo Agostini. Namun, pada debutnya itu RC181 sukses meraih gelar juara konstruktor.
Pada musim berikutnya, Hailwood kembali menempati posisi kedua klasemen akhir kejuaraan dengan poin akhir yang sama dengan pemenang, Agostini. Agostini kembaki juara dunia karena meraih lebih banyak kemenangan dibandingkan Hsilwood. RC181 sendiri meraih lima kemenangan dari 10 seri balapan.
Itonisnya, akhir 1967 itu berakhir juga kiprah RC181. Honda memutuskan mundur dari GP500. Tapi torehannya luar biasa dan layak diperingati Honda di GP Jepang pada 2-4 Oktober ini.
Pasalnya, dari total 19 jadwal balap pada 1966 dan 1967 itu, 10 diantaranya dimenangkan RC181. Kontras dengan reputasi Honda RC213V belakangan ini yang untuk mencapai finish 5 Besar saja pun susah.
Karena itu susah pula berharap Marini dan terlebih Chantra akan mampu finish 5 Besar di Motegi dengan balutan livery prestisius itu. Kalau terjadi, itu akan pantas disebut mukjizat. (r)